Berita

Tol Japek II Selatan. (Foto: RMOLJabar)

Presisi

Tol Japek II Selatan Jadi Jalur Alternatif Hindari Kepadatan Jalur Utama

MINGGU, 29 MARET 2026 | 21:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Arus balik Lebaran 2026 menuju wilayah Bekasi dan sekitarnya terus meningkat. Jalur fungsional Tol Jakarta-Cikampek II Selatan kembali menjadi pilihan pemudik untuk menghindari kepadatan di jalur utama.

Berdasarkan data lalu lintas, ribuan kendaraan memadati jalur tersebut dan keluar melalui Gerbang Tol Kutanegara serta Gerbang Tol Temporary. Sejak dibuka secara fungsional pada 19-25 Maret 2026, tercatat 43.725 kendaraan melintas dan terus bertambah hingga akhir pekan.

PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) mencatat puncak arus balik terjadi pada Jumat (27/3) dengan total 9.578 kendaraan melintas dalam sehari. Dari jumlah itu, sebanyak 9.084 kendaraan masuk melalui Gerbang Tol Temporary, sementara 494 kendaraan melalui GT Kutanegara.


Secara keseluruhan hingga Sabtu, 28 Maret 2026, total kendaraan yang melintas di jalur fungsional Tol Japek II Selatan mencapai 64.990 unit. Lonjakan volume kendaraan mulai terasa sejak pagi hari. Peningkatan signifikan terjadi sejak pukul 09.00 WIB dan mencapai puncaknya pada sore hari.

Puncak kepadatan tercatat pada pukul 17.00 hingga 18.00 WIB dengan volume mencapai 1.525 kendaraan per jam. Rentang waktu pukul 14.00 hingga 19.00 WIB menjadi periode dengan tekanan lalu lintas tertinggi dengan volume kendaraan di atas 1.000 unit per jam.

Puncak arus pada Sabtu terjadi lebih awal, yakni pukul 16.00 hingga 17.00 WIB dengan volume 772 kendaraan.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan, pengoperasian jalur fungsional tersebut merupakan bagian dari strategi rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan arus balik.

“Kami melakukan rekayasa lalu lintas secara bertahap. Tol Japek II Selatan ini sangat membantu memecah arus kendaraan dari arah Jawa Barat menuju Jakarta,” kata Irjen Agus diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Minggu, 29 Maret 2026.

Ia menambahkan, sebagian kendaraan dialihkan keluar melalui wilayah Setu, Kabupaten Bekasi untuk mengurangi beban di ruas tol utama.

“Kendaraan pribadi kami arahkan dari Sadang menuju Setu. Ini langkah strategis agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik rawan kemacetan,” ujarnya.

Menurutnya, sistem buka-tutup yang diterapkan di jalur fungsional tersebut terbukti efektif menjaga kelancaran arus lalu lintas meskipun volume kendaraan meningkat.

“Walaupun volume tinggi, arus tetap terkendali. Ini berkat koordinasi yang baik antara petugas di lapangan dan sistem pengaturan lalu lintas yang diterapkan,” tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya