Berita

Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono wafat. (Foto: Instagram TNI AU)

Politik

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

MINGGU, 29 MARET 2026 | 19:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) punya kedekatan tersendiri dengan almarhum mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.

Jauh sebelum menjadi pejabat eksekutif, SBY sudah mengenal Juwono sejak masih menjadi perwira muda berpangkat letnan kolonel di satuan tempur TNI. Keduanya semakin intens berkomunikasi saat menjadi dosen Seskoad.

"Saya mulai berkomunikasi dengan beliau. Beliau ini salah satu pemikir, dosen, bahkan Dekan FISIP UI waktu itu. Tapi idea-nya, pemikirannya, cemerlang untuk Indonesia, untuk dunia hubungan internasional dan pertahanan," kata SBY usai menghadiri pemakaman Juwono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 29 Maret 2026.


SBY mengaku tertarik berdiskusi dengan Juwono lantaran cara pandangnya tentang militer bisa menyatu dengan pandangan sipil.

"Dan ketika saya mengemban tugas waktu itu, 1998 di era reformasi agar TNI kembali ke jati dirinya tidak berpolitik praktis tapi sebagai kekuatan pertahanan yang diandalkan, Mas Juwono memiliki pandangan yang sama," urainya.

?"Dengan kesamaan pandangan itulah, singkat kata ketika saya mengemban amanah memimpin Indonesia. Beliau saya ajak, dan beliau berkenan untuk menjadi Menteri Pertahanan," sambung SBY.

Ketika menjadi Menhan, SBY merasa terbantu oleh Juwono untuk melakukan modernisasi kekuatan pertahanan RI, serta pengembangan alutsista agar di tingkat ASEAN terus meningkat kemampuannya.

?"Salah satu yang kami pikirkan bersama Pak Juwono dan Pak Purnomo Yusgiantoro bagaimana Indonesia memiliki Universitas Pertahanan. Jangan sampai kita belajarnya malah ke negara lain, padahal kita kaya pengalaman perang, perang konvensional, perang gerilya, perang lawan gerilya," ucapnya mengenang.

Bahkan tak cuma Universitas Pertahanan, SBY mengingat kontribusi Juwono dalam membangun kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) untuk penyiapan kekuatan Indonesia menghadapi krisis di dalam maupun luar negeri.

Menurut SBY, Indonesia memerlukan para diplomat yang memiliki pemikiran cerdas dan mengerti dunia dan Indonesia sebagaimana Juwono

"Mas Juwono memiliki dua karakter, punya dua kemampuan di bidang pertahanan maupun hubungan internasional. Itulah yang ingin saya sampaikan," tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya