Berita

Ilustrasi

Nusantara

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

MINGGU, 29 MARET 2026 | 17:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kinerja Pemerintah melalui Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) selama arus mudik Lebaran Idulfitri 2026 mendapat pujian publik.

Dakan percakapan di media sosial, sejumlah warganet di platform X (Twitter) dan Threads menyampaikan pengalaman positif terkait ketersediaan BBM, bahkan saat konsumsi energi meningkat signifikan.

Seorang pengguna X, Fajar Nugros, menuliskan bahwa di tengah kondisi sejumlah negara ASEAN yang mulai mengalami tekanan BBM akibat situasi geopolitik global, Indonesia justru tidak menghadapi kekurangan selama masa mudik. 


“Saat negara ASEAN lain mulai krisis BBM, stok BBM selama mudik tidak kekurangan,” tulis Fajar dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.

Pengalaman serupa juga disampaikan pengguna Threads dias_faisall, yang mengaku sempat mengira terjadi kekosongan BBM karena tidak adanya antrean di SPBU. Namun, kondisi tersebut justru menunjukkan distribusi yang lancar. 

Ia menilai stabilitas BBM di Indonesia patut diapresiasi. Terutama di tengah situasi global yang tidak menentu.

Percakapan di media sosial juga diwarnai oleh perbandingan dengan kondisi di negara lain. Beberapa warganet menyoroti bahwa di sejumlah negara kawasan, harga BBM mulai mengalami kenaikan, sementara di Indonesia relatif stabil selama periode Lebaran. 

Respons publik ini muncul seiring dengan kondisi distribusi BBM yang relatif lancar selama arus mudik dan balik. 

Tidak terdapat laporan kelangkaan yang meluas, sementara antrean di SPBU juga terpantau terkendali di berbagai wilayah.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman dan berada di atas ambang batas minimum. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi selama Lebaran melalui penguatan distribusi dan pengamanan pasokan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya