Berita

Ilustrasi Selat Hormuz. (Foto: Motorist Malaysia)

Dunia

7 Kapal Minyak Malaysia Bersiap Keluar dari Selat Hormuz

SABTU, 28 MARET 2026 | 20:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sebanyak tujuh kapal tanker milik Malaysia tengah bersiap menunggu giliran di kawasan Selat Hormuz untuk melanjutkan pelayarannya di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengungkapkan kapal-kapal tersebut merupakan milik Petronas dan Sapura Energy.

Mengutip Bernama, Mohamad mengatakan ketujuh kapal itu masih menanti kondisi aman sebelum diberi izin melintas. Meski demikian, ia memastikan pemerintah Iran telah memberikan sinyal positif atas permintaan Malaysia.


"Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan saya telah menghubungi rekan-rekan kami, dan mereka mengkonfirmasi bahwa tidak ada masalah bagi kapal-kapal kami untuk melanjutkan perjalanan. Namun, kapal tanker harus menunggu giliran mereka," kata Mohamad dikutip Sabtu 28 Maret 2026.

Ia menegaskan, pemerintah Malaysia mengutamakan keselamatan seluruh kapal di tengah kepadatan lalu lintas dan tingginya tensi di kawasan tersebut.

"Kami ingin memastikan semua kapal dapat melewati dengan aman, karena situasi di Selat Hormuz sangat tegang, dengan lalu lintas kapal yang padat yang mencoba keluar. Komunikasi yang buruk dapat menyebabkan insiden yang tidak diinginkan," sambungnya.

Lebih lanjut, Mohamad menjelaskan adanya hambatan dalam koordinasi karena gangguan komunikasi di selat tersebut.

"Terkadang arahan dari Teheran mungkin tidak sampai ke Selat secara efektif karena keterbatasan komunikasi selama konflik," katanya.

Tak hanya itu, komunikasi dengan warga Malaysia di Iran juga disebut mengalami kendala akibat gangguan jaringan. Meski begitu, pemerintah memastikan kondisi mereka terus dipantau.

Di sisi lain, Menlu negeri Jiran itu memastikan aktivitas ibadah umrah tidak terdampak lantaran wilayah udara Arab Saudi masih terbuka.

Namun demikian ia mengimbau warga Malaysia untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak di tengah ketidakpastian situasi.

"Jika memungkinkan untuk ditunda, lebih baik ditunda dalam situasi saat ini. Namun, penerbangan masih beroperasi seperti biasa bagi mereka yang telah melakukan pengaturan sebelumnya," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya