Berita

Ilustrasi SPBU di Australia (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube 9News)

Global

Krisis BBM Picu Gelombang Pencurian Bensin dan Solar di Australia

SABTU, 28 MARET 2026 | 14:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kenaikan harga bahan bakar di Victoria, Australia, kini memicu masalah baru dengan maraknya pencurian BBM yang menyasar petani, terutama di wilayah yang baru saja terdampak kebakaran hutan.

Sejumlah petani melaporkan bahan bakar mereka disedot secara diam-diam dari tangki penyimpanan. Salah satunya dialami Sarah Thomson, yang kehilangan sekitar 400 liter solar dan 100 liter bensin. BBM tersebut sangat vital untuk menjalankan kendaraan dan alat pertanian.

“Mereka bukan hanya mencuri bahan bakar, tapi juga kemampuan kami untuk membangun kembali pertanian ini,” kata Sarah, dikutip dari 9News, Sabtu 28 Maret 2026.


Ia menegaskan bahwa tanpa BBM, proses pemulihan pasca kebakaran menjadi hampir mustahil.

Lonjakan harga bahan bakar diduga menjadi pemicu utama meningkatnya aksi pencurian. Di saat pasokan terbatas dan harga tinggi, BBM menjadi komoditas yang sangat berharga, bahkan rawan dijadikan target kejahatan.

Tak hanya petani, pelaku usaha di daerah juga ikut terdampak. Biaya distribusi barang melonjak tajam, bahkan mencapai tambahan hingga 25 persen. Dampaknya mulai terasa di harga produk, termasuk bahan pangan di toko-toko lokal.

Distributor BBM juga mengalami kesulitan besar. Pasokan dari kota besar seperti Melbourne dilaporkan menipis, memaksa mereka mencari bahan bakar dari wilayah lain dengan biaya lebih mahal. Kondisi ini memperparah kelangkaan sekaligus mendorong harga semakin tinggi.

Situasi diperburuk oleh kurangnya transparansi dalam rantai pasokan. Pelaku usaha mengaku tidak mendapatkan kepastian distribusi, sehingga sulit merencanakan operasional.

Pihak kepolisian telah mengeluarkan peringatan terkait meningkatnya kasus pencurian bahan bakar di wilayah tersebut. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di area pertanian yang relatif terpencil.

Sejumlah pejabat daerah mendesak pemerintah segera turun tangan, termasuk dengan menurunkan pajak bahan bakar. Jika tidak, krisis ini dikhawatirkan akan memperburuk kondisi ekonomi dan mengganggu pasokan barang di seluruh Victoria.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya