Berita

Ilustrasi: Relawan SPPG Bogor Dramaga Ciherang 1 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Nusantara

Peneliti: Evaluasi Ketat SPPG Kunci Jaga Kepercayaan Publik pada MBG

SABTU, 28 MARET 2026 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui inspeksi mendadak (sidak) di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar operasional (SOP) serta menjaga kualitas layanan bagi masyarakat.

Upaya evaluasi dinilai penting untuk memenuhi ekspektasi publik yang terus meningkat terhadap program MBG


Berdasarkan riset terbaru dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) di tiga Kabaputen/Kota di Jawa Tengah, dukungan terhadap program MBG ternyata datang dari berbagai lapisan ekonomi.

Sebanyak 85 persen dukungan datang dari keluarga berpendapatan rendah (di bawah Rp1 juta), 78 persen dari keluarga dengan pengeluaran Rp1-3 juta, 75 persen dari keluarga dengan pengeluaran Rp3-5 juta, dan 60 persen dari keluarga dengan pengeluaran Rp5-10 juta.

Direktur RISED, Fajar Rahmadi, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan ini melalui evaluasi total.

“Dukungan dari masyarakat sudah mulai timbul sehingga yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menjaga dan meningkatkan ekspektasi masyarakat terhadap program MBG. Saya yakin pelaksanaan MBG saat ini belum maksimal. Ketepatan pengantaran, kualitas menu, jenis menu yang diberikan perlu ada evaluasi, sehingga apa yang masyarakat dapatkan sesuai dengan standarnya,” ujar Fajar dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu 26 Maret 2026.

Fajar juga mendukung langkah BGN yang tidak segan memberikan sanksi bagi mitra yang lalai. Menurutnya, standarisasi cara kerja dan higienitas adalah harga mati.

"Saya sangat setuju dengan sidak yang dilakukan BGN akhir-akhir ini. Kita perlu standarisasi SPPG, baik dari sisi menu maupun cara kerja, termasuk higienitas yang harus dijaga. Jika memang ada SPPG yang tidak memenuhi standar, langkah BGN untuk menutup sementara atau mengevaluasi total adalah metode perbaikan yang sangat tepat untuk ke depannya," tegas Fajar.

Dalam salah satu sidak, Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, menemukan beberapa dapur yang belum memenuhi standar, mulai dari pekerja yang tidak berseragam hingga lokasi memasak yang kurang layak.

“Dari sini saja sudah terlihat kondisi dapurnya. Tempat memasak ada di lantai dan terbuka. Ini harus direlokasi,” tegas Dony saat meninjau salah satu titik.

BGN berkomitmen untuk terus memantau setiap unit pelayanan agar anggaran negara benar-benar menghasilkan layanan gizi yang prima bagi generasi muda Indonesia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya