Berita

Ilustrasi Pink Moon (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Jadwal Pink Moon April 2026 di Indonesia, Ini Waktu Terbaik Menyaksikannya

JUMAT, 27 MARET 2026 | 18:50 WIB | OLEH: TIFANI

Fenomena Pink Moon akan kembali menghiasi langit pada April 2026. Fase bulan purnama ini dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, baik oleh pengamat astronomi maupun masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan langit malam. 

Mengutip Time and Date, puncak Pink Moon terjadi pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. Meski puncaknya berlangsung pada pagi hari, momen terbaik untuk mengamatinya tetap pada malam sebelumnya hingga menjelang fajar, saat bulan tampak bulat sempurna dan bersinar terang.

Pada fase ini, bulan berada di posisi berlawanan dengan Matahari jika dilihat dari bumi, sehingga seluruh permukaannya yang menghadap bumi tersinari penuh. Kondisi tersebut membuat bulan tampak lebih besar dan cerah dibanding fase lainnya. 


Fenomena ini juga kerap dimanfaatkan untuk kegiatan fotografi langit, pengamatan astronomi sederhana, hingga sekadar menikmati suasana malam.

Apa Itu Pink Moon?

Pink Moon merupakan istilah untuk menyebut Bulan Purnama yang terjadi pada bulan April. Meski namanya “pink” atau merah muda, Bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi merah muda. 

Penamaan ini berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang mengaitkan siklus bulan dengan perubahan musim di alam. Nama Pink Moon terinspirasi dari bunga liar bernama Phlox subulata, atau creeping phlox (moss phlox), yang mekar pada awal musim semi di wilayah Amerika Utara bagian timur. 

Bunga berwarna merah muda ini biasanya bermekaran bertepatan dengan datangnya Bulan Purnama di bulan April, sehingga dijadikan penanda pergantian musim. Selain Pink Moon, Bulan Purnama April juga memiliki berbagai nama lain dari beragam suku dan budaya. 

Misalnya, “Breaking Ice Moon” dari suku Algonquin yang menandai mencairnya es, serta “Bulan Saat Sungai Kembali Dapat Dilayari” dari suku Dakota. Ada pula sebutan yang berkaitan dengan pertumbuhan tanaman seperti “bulan tunas tumbuhan” (Tlingit) dan “bulan rumput merah muncul” (Oglala).

Tak hanya itu, beberapa nama juga mencerminkan aktivitas hewan yang kembali muncul di musim semi, seperti “bulan saat bebek kembali” (Lakota), “bulan saat angsa bertelur” (Dakota), hingga “bulan katak” (Cree). Ragam penamaan ini menunjukkan bagaimana fenomena langit telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan dan pengetahuan tradisional manusia.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya