Berita

Ketua Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Agustinus Tri Budi Utomo dan Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci (Vatikan) Dr Paolo Ruffini bersama delegasi PWKI saat penandatanganan MoU Bahasa Indonesia di Vatican News, Roma Italia pada Rabu, 25 Maret 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Dunia

Vatican News Resmi Gunakan Bahasa Indonesia

KAMIS, 26 MARET 2026 | 20:19 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Vatican News, media resmi pemerintah Takhta Suci Vatikan secara resmi menggunakan Bahasa Indonesia.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan Ketua Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Agustinus Tri Budi Utomo dan Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci (Vatikan) Dr Paolo Ruffini yang disaksikan oleh Dubes RI Untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono. 

Selain itu Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI Rm Petrus Noegroho Agoeng, delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) yakni AM Putut Prabantoro (Founder), Mayong Suryo Laksono (Penasihat), Asni Ovier Dengen Paluin (Ketua), Sanussirus Jumar Sudiyana (Sekretaris) dan Bonfilio Mahendra Wahanaputra (Hubungan Antar Lembaga), Superior Jenderal Kongregasi MSF Rm Agustinus Purnomo dan Pejabat Vatikan satu-satunya dari Indonesia, Rm Markus Solo Kewuta SVD.


Sementara dari Vatican News turut hadir, di antaranya Andrea Tornielli (Direktur Vatican News) dan Massimiliano Menicheti (Kepala Radio Vatican). 

Bahasa Indonesia sendiri jadi bahasa ke-57 yang secara resmi digunakan Vatican News dan pertama kali diusulkan pertama kali oleh AM Putut Prabantoro dan Lucius Gora Kunjana dari PWKI pada Juni 2022.

“Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dikasteri untuk komunikasi Takhta Suci dan Komisi Komunikasi Sosial KWI ini merupakan tonggak administratif dan bermakna. Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi dan pengakuan identitas nasional kita serta penguatan jembatan iman antara Indonesia dan jantung Gereja universal,” kata Mgr Agustinus Tri Budi Utomo.

Tentutnya, penandatanganan Nota Kesepakatan jadi jalur langsung menuju informasi Gereja universal bagi umat Katolik Indonesia. 

“Sejarah mencatat bahwa Vatikan termasuk di antara negara-negara berdaulat pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” ucap Mgr Didik.

Sementara itu, Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, mengatakan bahwa ini jadi cara terbaik Gereja Katolik Universal melayani umat di Indonesia.

"Berbicara dalam bahasa ibu adalah salah satu cara terbaik. Ini menjadi pertimbangan untuk melayani rakyat Indonesia," kata Paolo.
    
Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono pun mengungkapkan kebahagiaannya atas perjalanan panjang, penandatanganan MoU akhirnya menjadi kenyataan.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya