Berita

Ilustrasi

Politik

Penghematan Tak Boleh Abaikan Perlindungan Sosial

KAMIS, 26 MARET 2026 | 13:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perlindungan sosial bagi masyarakat tidak mampu menjadi aspek paling krusial di tengah kebijakan penghematan energi dan efisiensi anggaran negara.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto, langkah penghematan harus dibarengi dengan penajaman target pada program-program sosial, seperti bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT) jika diperlukan, subsidi energi yang tepat sasaran, program ketahanan pangan, serta penciptaan lapangan kerja produktif.

“Penghematan harus disertai dengan targeting yang tajam pada program-program sosial,” ujar Didik lewat akun X miliknya, Kamis, 26 Maret 2026.


Ia mengingatkan, kebijakan efisiensi yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan dampak kontraproduktif. Jika penghematan dilakukan dengan memangkas belanja produktif atau mengurangi dukungan bagi kelompok rentan, maka risiko yang muncul adalah meningkatnya angka kemiskinan, memburuknya ketimpangan, hingga terganggunya stabilitas sosial.

Sebaliknya, hasil penghematan seharusnya direalokasikan ke sektor-sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial yang inklusif.

Didik juga menilai bahwa secara fundamental, kondisi ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang secara historis berada di kisaran 5 persen, defisit APBN yang tetap terjaga di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta inflasi yang relatif stabil.

Dengan kondisi tersebut, target pemerintah pada 2026 dinilai masih realistis, yakni pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2 hingga 5,8 persen dengan fokus 5,4 persen, inflasi di bawah 3,5 persen, serta penurunan tingkat pengangguran, selama kebijakan dijalankan secara tepat.

“Tantangan eksternal saat ini menjadi ujian nyata bagi pemerintah. Disiplin fiskal yang ketat, dikombinasikan dengan pertumbuhan inklusif dan perlindungan sosial yang kuat, adalah kunci,” jelasnya.

Ia menambahkan, gerakan penghematan energi dan efisiensi APBN merupakan langkah rasional dan proaktif dalam menghadapi tekanan global. 

Namun, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada kualitas eksekusi, pengawasan indikator makro secara ketat, realokasi anggaran yang tepat, serta komunikasi yang transparan kepada publik.

"Dengan pendekatan yang seimbang ini, Indonesia bukan hanya mampu menyelamatkan APBN, tetapi juga menjaga momentum pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya