Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

INPP Bukukan Kenaikan Aset Jadi Rp10,18 Triliun Saat Laba Bersih Terkoreksi

SENIN, 23 MARET 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat impresif sebesar 32,9 persen. 

Nilai pendapatan perusahaan melonjak dari Rp1,31 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp1,74 triliun di akhir tahun 2025. Pertumbuhan ini juga berimbas positif pada laba kotor perusahaan yang mencapai Rp997,63 miliar, atau meningkat sekitar 16,03 persen dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang sebesar Rp859,73 miliar.

Namun, di balik pertumbuhan pendapatan tersebut, laba bersih perusahaan justru mengalami tekanan hebat dengan hanya membukukan angka sebesar Rp49,82 miliar. Angka ini merosot signifikan jika disandingkan dengan laba bersih periode sebelumnya yang mencapai Rp418,07 miliar. 


Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dikutip Senin 23 Maret 2026, penurunan tajam ini utamanya disebabkan oleh lonjakan beban pokok pendapatan yang membengkak hingga 65 persen menjadi Rp742,99 miliar, ditambah dengan adanya pencatatan beban penurunan nilai goodwill sebesar Rp51,56 miliar.

Tekanan terhadap laba juga datang dari pos biaya operasional lainnya. Beban penjualan dan pemasaran tercatat naik dari Rp84,04 miliar menjadi Rp93,52 miliar, sementara beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp577,12 miliar dari posisi sebelumnya Rp496,91 miliar. 

Selain itu, beban pajak final juga mengalami kenaikan meskipun tipis, yakni dari Rp64 miliar menjadi Rp69,01 miliar. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam efisiensi biaya di tengah ekspansi pendapatan perusahaan.

Dari sisi neraca, INPP menunjukkan penguatan likuiditas yang sangat drastis di mana posisi kas dan setara kas akhir tahun melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp771,39 miliar dari sebelumnya Rp361,69 miliar. Kenaikan cadangan kas ini didorong oleh aksi korporasi berupa penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar serta hasil pelepasan sebagian kepemilikan saham pada anak usaha yang mendatangkan dana segar sebesar Rp664,6 miliar.

Secara keseluruhan, total aset perusahaan tumbuh 4,84 persen menjadi Rp10,18 triliun dari posisi semula Rp9,71 triliun. 

Ekuitas konsolidasian juga naik menjadi Rp6,73 triliun dari Rp6,29 triliun, yang sebagian besar didorong oleh kontribusi laba kepentingan non-pengendali sebesar Rp148,41 miliar di saat pemilik entitas induk justru mencatatkan rugi Rp98,59 miliar. Sementara itu, posisi liabilitas perusahaan cenderung stabil di angka Rp3,44 triliun dibandingkan Rp3,42 triliun pada tahun sebelumnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya