Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Turun Tipis ke Kisaran 109 Dolar AS

SABTU, 21 MARET 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia mengalami penurunan tipis pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Maret 2026. Penurunan ini bukan karena kondisi pasar sudah membaik. Penurunan ini lebih bersifat sementara atau “jeda teknis”, bukan perubahan tren jangka panjang.

Dikutip dari Oil Price, minyak mentah Brent turun mendekati level 109 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran akhir 90 Dolar AS. Sebelumnya, pada Kamis, harga Brent sempat melonjak hingga hampir menyentuh 120 Dolar AS per barel.

Penurunan harga ini dipicu oleh langkah kebijakan Amerika Serikat (AS) yang berupaya menambah pasokan minyak ke pasar global. Washington bergerak cepat dengan menggandeng sekutu untuk menjaga stabilitas distribusi energi, terutama di Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.


Sebagai bagian dari upaya tersebut, AS disebut sedang mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap minyak Iran yang tertahan, sehingga bisa kembali masuk ke pasar Asia dalam waktu singkat. Selain itu, pemerintah AS juga membuka kemungkinan melepas cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve).

Di sisi militer, AS juga memperkuat kehadirannya di Timur Tengah dengan mengirim ribuan personel angkatan laut dan marinir. Langkah ini bertujuan mengamankan jalur pelayaran dan memastikan distribusi minyak tetap berjalan lancar.

Meski demikian, pasar belum sepenuhnya yakin bahwa situasi akan segera membaik. Kerusakan infrastruktur energi di kawasan, seperti kilang minyak dan fasilitas LNG, telah mengurangi kapasitas produksi secara nyata. Perbaikannya diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun.

Perbedaan harga antara minyak WTI dan Brent yang kini melebar hingga level tertinggi dalam lebih dari satu dekade juga menjadi sinyal adanya gangguan serius. Minyak AS cenderung tertahan di dalam negeri, sementara harga global terus dipengaruhi risiko geopolitik dan gangguan distribusi laut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya