Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Irak Darurat Minyak, Bursa Amerika Serikat Langsung Kebakaran

SABTU, 21 MARET 2026 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat baru saja menutup pekan yang sangat buruk. Pada perdagangan Jumat, 20 Maret 2026 waktu setempat, Wall Street terhuyung-huyung setelah dihantam gelombang sentimen negatif yang menyeret indeks S&P 500 dan Nasdaq jatuh ke level terendah dalam enam bulan terakhir. 

Suasana di lantai bursa dipenuhi kekhawatiran, seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah  yang memicu kekhawatiran akan krisis energi global. 

Kepanikan investor semakin memuncak ketika laporan muncul bahwa Irak menyatakan status keadaan darurat atau force majeure pada seluruh ladang minyaknya, yang seketika mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate melonjak lebih tinggi.


Tekanan tidak hanya datang dari sektor komoditas, tetapi juga dari sisi geopolitik dan kebijakan moneter. 

Sentimen pasar kian memburuk saat Pentagon bersiap mengerahkan tambahan pasukan Marinir ke wilayah konflik, menciptakan awan mendung ketidakpastian yang menutupi kebijakan Federal Reserve yang sebenarnya baru saja menahan suku bunga di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen awal pekan ini. 

Indeks S&P 500 terperosok 1,5 persen. Nasdaq juga jatuh ke titik terendahnya dalam enam bulan terakhir, sebesar 1,8 persen. Dow Jones pun menyentuh level terendah dalam empat bulan, yaitu 0,8 persen.  Kondisi ini membuat bursa saham AS resmi masuk ke zona koreksi, yang artinya harga-harga saham sedang merosot tajam karena investor mulai panik dan menarik uang mereka.

Nasib perusahaan teknologi di bursa juga sedang babak belur. Saham Supermicro hancur, anjlok hingga 33,3 persen gara-gara bos mereka dituduh terlibat penyelundupan chip. Micron Technology juga ikut turun hampir 5 persen. 

Namun, tidak semua merah. Perusahaan minyak seperti Exxon Mobil justru naik 1 persen karena harga minyak dunia sedang mahal-mahalnya. Perusahaan logistik FedEx juga sedikit menguat karena mereka punya rencana bisnis yang dianggap masih menjanjikan di masa depan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya