Berita

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus usai disiram air keras oleh orang tak dikenal, Kamis malam, 12 Maret 2026. (Foto: CCTV)

Hukum

Bambang Soesatyo:

Usut Motif Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

SABTU, 21 MARET 2026 | 05:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Motif apa yang melatarbelakangi aksi keempat pelaku penyiraman air keras terhadap wakil koordinator Kontras Andrie Yunus, harus terus diselidiki, baik oleh internal TNI maupun melalui proses hukum. 

Demikian dikatakan Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dikutip Sabtu 21 Maret 2026.

Karena, menurut Bamsoet, ketika terjadi aksi teror, intimidasi dan penganiayaan terhadap individu maupun kelompok masyarakat yang menyuarakan kritik kepada pemerintah, justru pemerintah dan alat-alat negara akan sangat dirugikan. 


"Kalau pemerintah dan insitusi negara pasif menyikapi aksi teror seperti itu, akan muncul anggapan atau asumsi di ruang publik bahwa oknum penguasa berada dibalik tindakan tidak terpuji itu. Ini jelas akan merusak nama baik pemerintah ataupun institusi negara," kata Bamsoet. 

Bamsoet menambahkan, TNI-Polri tidak cukup hanya menangkap dan menghukum pelaku. Pengusutan hendaknya berlanjut hingga aspek motif dan aktor intelektual di belakang keempat pelaku itu. 

Bamsoet menegaskan, kasus ini menjadi contoh nyata tentang kerja kotor oknum dalam institusi negara yang berpotensi mencoreng citra pemerintah.

“Harap diingat bahwa teror dan intimidasi terhadap individu maupun kelompok masyarakat yang menyuarakan kritik kepada pemerintah sudah beberapa kali terjadi belakangan ini," kata Bamsoet.

"Kalau tidak ditangani dengan tindakan tegas, kecenderungan Itu akan merusak kredibilitas negara dan kredibilitas pemerintahan Presiden Prabowo,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menetapkan empat orang anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sebagai tersangka dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. 

Keempat orang tersebut adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Mereka berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya