Berita

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat menyampaikan Khutbah Idulfitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (Foto: Dok Muhammadiyah)

Nusantara

Keberhasilan Ramadan Diukur dari Perubahan Perilaku

JUMAT, 20 MARET 2026 | 13:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ibadah puasa Ramadan tidak boleh berhenti pada aspek formal, tetapi harus melahirkan perubahan perilaku yang nyata dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat menyampaikan Khutbah Idulfitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat, 20 Maret 2026.

Haedar menyampaikan bahwa keberhasilan puasa sejati ditandai dengan meningkatnya kualitas akhlak, kepedulian sosial, serta terbentuknya kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.


“Puasa mesti sukses mengubah perilaku setiap muslim, baik secara individu maupun kolektif, sekaligus menciptakan lingkungan dan sistem kehidupan yang sejalan dengan nilai-nilai dan hikmah ibadah puasa,” ujarnya.

Haedar mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga, tanpa dampak pada perilaku sehari-hari. Karena itu, momentum Idulfitri harus menjadi titik balik untuk memperbaiki cara pandang terhadap kehidupan dunia.

Menurutnya, umat Islam perlu bersikap moderat (tawasuth) dalam menyikapi urusan dunia, tidak berlebihan dalam konsumsi, serta mengedepankan gaya hidup hemat dan produktif. Terlebih dalam kondisi ekonomi yang tidak mudah, sikap efisien dan bijak dalam mengelola sumber daya menjadi sangat penting.

“Gunakan kelebihan yang dimiliki untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk berinfak dan bersedekah sebagai bekal kehidupan akhirat,” imbuhnya.

Haedar berharap pasca-Ramadan masyarakat Indonesia semakin terhindar dari berbagai bentuk kerusakan, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, hingga perusakan lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan menghindari konflik sosial yang merusak ukhuwah kebangsaan.

“Kehidupan bersama harus dibangun dengan semangat rukun, saling peduli, dan berkeadaban, bukan saling menghujat, merendahkan, atau bermusuhan,” tegasnya.

Dalam aspek keagamaan, Haedar mendorong agar kualitas ibadah umat semakin meningkat, baik dalam salat wajib, ibadah sunnah, maupun memakmurkan masjid. Hal ini penting untuk memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus membentuk pribadi yang tenteram dan berakhlak mulia.

Ia juga mengajak umat Islam untuk membangun kehidupan yang harmonis, toleran, dan damai, termasuk dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi dan kebaikan, bukan untuk menyebarkan kebencian, fitnah, dan permusuhan.

Selain itu, Haedar menyoroti pentingnya membangun kemajuan umat di berbagai bidang. Umat Islam, sebagai kelompok mayoritas, didorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta etos keilmuan dan kewirausahaan.

“Umat Islam harus menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera,” katanya.

Perhatian khusus juga diberikan pada generasi muda. Haedar mengingatkan agar anak-anak dan generasi penerus dididik secara optimal, baik dari aspek fisik, mental, spiritual, maupun intelektual, serta dijauhkan dari pengaruh negatif seperti narkoba, kekerasan, dan pergaulan bebas.

Menutup khutbahnya, Haedar mengajak umat Islam untuk mendoakan saudara-saudara di berbagai belahan dunia yang tengah mengalami konflik dan penderitaan, serta berharap Indonesia menjadi negeri yang aman, damai, dan diberkahi.

“Semoga bangsa Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan mendapat ampunan Allah,” pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya