Berita

Pasukan Pendudukan Israel berjaga di sekitar Masjid Al-AqsaIslam

Dunia

Eksistensi Masjid Al-Aqsha Terancam Usai Israel Larang Salat Id

JUMAT, 20 MARET 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas nasib Masjid Al-Aqsha. Sebuah masjid yang disucikan dan menjadi kiblat pertama umat Islam.

Menurutnya penutupan berkepanjangan Masjid Al-Aqsha secara sepihak oleh Israel itu sangat melukai HAM umat Islam dan secara terbuka melanggar hukum internasional. Ini merupakan sejarah buruk, baru pertama kalinya dalam sejarah Masjid Al-Aqsha sepi. 

Setelah pada bulan Ramadan 1447 H umat Islam tidak diperbolehkan memakmurkan Masjid Al-Aqsha dengan salat di dalam masjid, seperti sholat tarawih, sholat Jumat, dan i’tikaf. Bahkan kini hingga bulan Ramadan berakhir, sebagaimana disampaikan oleh Asosiasi Ulama Palestina dalam platform X, tentara Zionis Israel terus menutup Masjid Al-Aqsha.


"Sehingga salat Idulfitri pun tidak bisa diselenggarakan di Masjid Al-Aqsha,” ungkap sosok yang akrab disapa HNW tersebut, Jumat, 20 Maret 2026.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari dapil Jakarta II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri, mengingatkan ketika gema takbir memenuhi angkasa dunia, ketika umat Islam secara internasional bersukacita berbondong-bondong ke masjid atau lapangan untuk sholat Idulfitri.

Tetapi Masjid Al-Aqsha dan area sekitarnya yang setiap Idulfitri biasanya juga penuh dengan gemuruh takbir dari ratusan ribu jemaah, pada hari raya Idulfitri besok akan sepi. Tidak ada kemeriahan dan syiar salat Idulfitri di sana. 

Itu semua karena Zionis Israel terus menutup Masjid Al-Aqsha dengan mengabaikan tuntutan dan penolakan keras dari masyarakat internasional, termasuk dari OKI, Liga Arab, Uni Afrika, Liga Muslim Dunia, Asosiasi Ulama Palestina, termasuk dari DMI (Dewan Masjid Indonesia). 

Bahkan delapan Menteri Luar Negeri dari negara-negara anggota OKI yang sekaligus juga anggota BOP (Board of Peace) juga sudah membuat pernyataan bersama menolak penutupan Masjid Al-Aqsha dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional, HAM, dan berpotensi menghadirkan ketegangan serta menjauhkan dari perdamaian, namun juga diabaikan Israel. 

Alih-alih mendengarkan dan menghormati, pihak Zionis Israel malah secara sepihak memutuskan untuk terus menutup Masjid Al-Aqsha hingga sesudah Ramadan, sehingga tidak memungkinkan penyelenggaraan salat Idulfitri di dalam Masjid Al-Aqsha. 

Maka menurut HNW, kekhawatiran banyak pihak bahwa Israel memanfaatkan gelar perang bersama AS menyerang Iran, yang menyita perhatian umat dan publik dunia, sebagai momentum untuk semakin memudahkan agendanya dalam penguasaan atas Masjid Al-Aqsha, baik secara pengelolaan dengan mengubah ketentuan hak pengelolaan di bawah lembaga wakaf di bawah otorita Yordania menjadi di bawah pengelolaan lembaga rabi Yahudi, untuk akhirnya nanti menguasai secara fisik dengan mendirikan Kuil atau Haikal Sulaiman di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha, semakin mendapatkan pembenarannya.

HNW mengingatkan agar umat, sesuai kewenangan dan kemampuannya, memperjuangkan pembukaan Masjid Al-Aqsha dan pembebasannya dari penguasaan dan penjajahan Zionis Israel. 

Ia mewanti-wanti hal ini karena khawatir bahwa apabila momentum besar Idulfitri yang di luar Masjid Al-Aqsha semarak dengan syiar Islam, tetapi tragedi Masjid Al-Aqsha yang sepi karena ditutup Israel dibiarkan tanpa kepedulian, maka hal itu akan membuat Zionis Israel semakin berani untuk melanjutkan penutupan Masjid Al-Aqsha secara permanen.

Hal itu juga akan membuat mereka semakin leluasa mewujudkan agenda mendirikan klaim adanya Kuil atau Haikal Sulaiman di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha sebagai bagian dari perwujudan klaim negara Israel Raya. Itu juga berarti mengubur cita-cita menghadirkan negara Palestina, bahkan dalam bentuk dua negara sekalipun. 

Bila dibiarkan terjadi, maka hal itu selain menjauhkan hadirnya perdamaian juga tidak sesuai dengan fitrah umat Islam dan tidak sejalan dengan prinsip bahwa Idulfitri adalah satu dari dua hari raya bergembiranya umat Islam.

"Karena mereka akan berduka dengan hilangnya Masjid Al-Aqsha, baik eksistensinya maupun peran mensejarahnya. Hal yang seharusnya tidak boleh terjadi. Maka bila umat menuntut penghentian perang, umat juga jangan pernah melupakan Masjid Al-Aqsha, karena melanjutkan perang dan melupakan Masjid Al-Aqsha itu juga agenda penjajah Israel,” tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya