Berita

Ilustrasi

Kesehatan

Hati-hati Konsumsi Obat Herbal Saat Mudik

RABU, 18 MARET 2026 | 19:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tradisi mudik Lebaran selalu diwarnai dengan antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri.

Perjalanan darat yang memakan waktu belasan hingga puluhan jam seringkali membuat kondisi fisik menurun. Sebagai solusi instan, obat herbal masuk angin menjadi “teman setia” para pemudik.

Namun, di balik rasa hangat yang menenangkan, tersimpan ancaman tersembunyi. Seperti potensi overdosis eugenol yang bisa berakibat fatal, terutama bagi penderita asam lambung. 


Keresahan ini bermula dari keluhan sejumlah warganet di media sosial, khususnya penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yang mengalami rasa sakit luar biasa setelah mengkonsumsi produk obat herbal masuk angin.

“Buset, rasanya kayak mau nggak ada aja. Sakit sekali,” tulis pengguna TikTok @mukenxprvqo.

Keluhan ini memicu perdebatan panjang mengenai keamanan eugenol, senyawa utama dalam ekstrak daun cengkeh yang menjadi bahan dasar obat herbal tersebut.

Berdasarkan standar WHO, batas aman konsumsi eugenol adalah 2,5 mg per kilogram berat badan. Untuk orang dewasa dengan berat rata-rata 60-70 kg, batas amannya berkisar antara 150-175 mg per hari. 

Masalahnya, satu sachet obat herbal populer mengandung 567 mg ekstrak daun cengkeh. Jika konsumen mengikuti anjuran minum 3-4 sachet sehari, total ekstrak yang masuk bisa mencapai 2.268 mg.

Dalam situasi normal, mungkin seseorang hanya mengkonsumsi satu sachet. Namun, pada periode liburan Lebaran, intensitas konsumsi ini berpotensi melonjak drastis. 

Pemudik yang kelelahan, masuk angin karena AC kendaraan, atau mabuk perjalanan cenderung meminum obat ini berulang kali dalam sehari. Tanpa disadari, mereka telah melampaui batas aman konsumsi eugenol harian.

Potensi bahaya konsumsi berlebihan ini justru tersirat dari edukasi yang disampaikan oleh influencer kesehatan.

Apoteker Ariq Muthohhar (@AriqMuthohhar), dalam seri edukasinya di platform X, menyebutkan bahwa dosis resmi untuk dewasa adalah 3-4 sachet per hari jika masuk angin atau diare. 

Ia juga memperingatkan konsumen untuk stop konsumsi obat herbal masuk angin dua minggu sebelum operasi untuk mengurangi efek antikoagulan ringan eugenol.

Pernyataan Ariq ini secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa eugenol bukanlah sekadar “bumbu masak” biasa, melainkan zat bioaktif kuat yang memiliki efek farmakologis signifikan. 

Jika eugenol memiliki efek antikoagulan (pengencer darah) yang mengharuskan penghentian konsumsi sebelum operasi, maka konsumsi 3-4 sachet per hari selama periode mudik Lebaran jelas membawa risiko akumulasi yang tidak bisa diabaikan.

Eugenol memiliki sifat paradoks yang mematikan. Pada dosis rendah, zat ini memang melindungi lambung. Namun, pada dosis tinggi, eugenol berbalik menjadi iritan yang memperburuk luka lambung dan merusak jaringan. 

Di tengah euforia Lebaran, masyarakat dituntut untuk lebih bijak dan kritis. Mengandalkan obat herbal sebagai solusi instan kelelahan mudik bukanlah pilihan yang sepenuhnya aman jika dikonsumsi tanpa batasan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya