Berita

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin. (Foto: RMOL)

Politik

Dukung Penundaan Misi Gaza

DPR: Tidak Bisa Kirim Pasukan Tanpa Kerangka Misi yang Jelas

RABU, 18 MARET 2026 | 12:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keputusan pemerintah menunda pengiriman 8.000 personel TNI ke Gaza dinilai sebagai langkah tepat di tengah situasi geopolitik yang masih memanas. 

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, menyebut kebijakan tersebut mencerminkan kehati-hatian sekaligus perhitungan matang pemerintah.

“Ini soal membaca situasi dengan jernih. Kita tidak bisa mengirim pasukan ke wilayah konflik yang eskalasinya masih tinggi tanpa kepastian kerangka misi yang jelas,” ujar Nurul kepada wartawan, Rabu 18 Maret 2026.


Dia menekankan, keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian harus tetap berada dalam koridor hukum internasional dan mekanisme yang terstruktur, seperti operasi di bawah United Nations Peacekeeping. 

"Tanpa itu, risiko di lapangan dinilai terlalu besar," kata Legislator Partai Golkar ini.

Menurut Nurul, kondisi di Gaza saat ini belum sepenuhnya kondusif untuk kehadiran pasukan dalam jumlah besar. Apalagi, struktur komando internasional dan mekanisme operasional di bawah International Stabilization Force (ISF) juga masih terus berkembang.

Di sisi lain, ia melihat penundaan ini justru membuka ruang bagi Indonesia untuk memainkan peran lain yang tak kalah strategis. Misalnya, Indonesia bisa memperkuat jalur diplomasi dan bantuan kemanusiaan.

“Indonesia tetap bisa hadir, tidak harus selalu dengan pasukan. Kita punya kekuatan diplomasi, punya posisi moral yang kuat dalam isu Palestina. Itu bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya