Berita

Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

SELASA, 17 MARET 2026 | 16:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi ancaman serius terhadap ruang demokrasi dan keselamatan para pembela HAM di Indonesia.

Dikatakan Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar, serangan terhadap aktivis masyarakat sipil tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan perlindungan hak asasi manusia.

"Kekerasan terhadap aktivis masyarakat sipil adalah tindakan biadab yang tidak boleh terjadi dalam negara demokrasi seperti Indonesia,” ujar Bias Layar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.


Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Ia mendesak agar penyelidikan dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan transparan guna mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

Legislator Golkar ini juga meminta Polri untuk bekerja secara profesional dan independen agar kasus ini dapat diungkap secara terang benderang. 

"Penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang," tuturnya.

Di sisi lain, Bias Layar mengingatkan semua pihak agar tidak terburu-buru menyimpulkan atau menuduh pihak tertentu tanpa dasar yang jelas. 

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional untuk mengungkap kasus ini secara objektif dan transparan," pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya