Berita

Upacara Melasti Surabaya. (Foto: RMOLJatim)

Nusantara

Toleransi di Surabaya, Ribuan Umat Hindu Gelar Upacara Melasti

SENIN, 16 MARET 2026 | 22:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ribuan umat Hindu di Kota Surabaya melaksanakan Upacara Melasti di sisi utara Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Sabtu, 14 Maret 2026. Ritual sakral ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Upacara Melasti dimaknai sebagai proses penyucian diri dan alam semesta menjelang perayaan Nyepi.

Prosesi diawali dengan berjalan kaki dari pura menuju pantai sambil mengusung simbol-simbol suci berupa pratima. Rombongan umat Hindu berjalan melewati permukiman warga hingga tiba di bibir pantai. Rangkaian upacara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipuput oleh Ida Pandita.


Upacara Melasti di Pantai Kenjeran juga menjadi simbol kerukunan dan keberagaman di Kota Surabaya, sekaligus menegaskan komitmen masyarakat untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta menjelang Hari Raya Nyepi.

Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan Melasti memiliki makna mendalam sebagai momentum penyucian diri sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

“Melalui upacara ini umat Hindu memohon penyucian diri dan alam semesta, baik secara lahir maupun batin. Harapannya kita dapat memasuki Tahun Baru Saka dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih,” ujar Tundjung dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Ia menambahkan ritual Melasti juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan dalam kehidupan.

“Upacara ini juga menjadi pengingat bahwa kehidupan yang harmonis harus senantiasa dijaga, baik dalam hubungan sesama manusia, dengan alam, maupun dengan Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Menurutnya, Surabaya sebagai kota besar yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang terus berkomitmen menjaga nilai toleransi dan keberagaman.

“Sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, Surabaya selalu berkomitmen menjaga nilai-nilai toleransi. Persatuan dan keharmonisan di tengah perbedaan merupakan kekuatan masyarakat Surabaya,” ujarnya.

Ia juga berharap perayaan Nyepi dapat semakin memperkuat kerukunan serta kontribusi umat Hindu dalam pembangunan kota.

“Saya berharap melalui perayaan Nyepi ini umat Hindu di Surabaya semakin kokoh menjalankan dharma, semakin rukun dalam kehidupan bermasyarakat, serta terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Surabaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya Ketut Gotra Astika menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya atas dukungan terhadap pelaksanaan upacara tersebut.

Menurutnya, dukungan pemerintah membuat umat Hindu dapat menjalankan rangkaian ibadah menjelang Hari Raya Nyepi dengan khidmat.

“Setelah rangkaian doa di pantai selesai, umat Hindu kembali beriring-iringan menuju pura. Prosesi ini sekaligus menjadi simbol penyebaran energi kesucian bagi lingkungan yang dilalui,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya