Berita

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (Foto: Dokumen Kemenag)

Nusantara

Dukung PP Tunas, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

KAMIS, 12 MARET 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama (Kemenag) resmi menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang menunda akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026. 

Kebijakan yang dikenal sebagai PP Tunas atau "Tunggu Anak Siap" ini disikapi Kemenag dengan memperkuat fondasi moral dan etika digital di seluruh lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini diambil guna menjamin perlindungan anak yang berkelanjutan di jagat siber.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa sasaran utama dukungan ini adalah ekosistem pendidikan besar di bawah naungan Kemenag yang mencakup 10,4 juta siswa Madrasah, 3,3 juta santri pesantren, serta puluhan ribu siswa sekolah keagamaan lainnya. 


Ia menegaskan bahwa komitmen instansinya tidak hanya menyentuh sisi teknis semata, melainkan lebih pada penguatan karakter anak didik. 

"Kemenag berkomitmen mendukung penuh semangat PP Tunas untuk menjaga masa depan generasi emas Indonesia. Kami tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi pada penguatan 'benteng' moral dan etika digital bagi anak-anak didik di lingkungan pendidikan keagamaan," ujar Menag di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. 

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi Implementasi PP Tunas yang dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta dihadiri jajaran menteri lainnya seperti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Mendikdasmen Abdul Mu'ti. 

Dalam upaya ini, Kemenag sebenarnya telah memulai langkah awal sejak tahun 2025 melalui pelatihan literasi digital yang melibatkan 269.495 peserta dari kalangan guru hingga penyuluh agama. Program ini bertujuan membekali para pendidik agar mampu membimbing anak-anak dalam memilah konten digital yang bermanfaat.

Inovasi juga terus dilakukan dengan mengintegrasikan kurikulum etika digital ke dalam mata pelajaran agama serta memperkenalkan teknologi Kecerdasan Buatan melalui program "Santri Mahir AI". Strategi ini dirancang agar para santri dan siswa tidak hanya siap secara usia saat mulai bersentuhan dengan media sosial, tetapi juga memiliki kecakapan intelektual dan filter moral yang kuat. 

Menag meyakini bahwa perlindungan ini membutuhkan sinergi lintas sektoral agar gerakan beragama yang santun juga tercermin dalam interaksi di ruang digital.

Menag menambahkan bahwa kolaborasi dengan Kemkomdigi melalui Nota Kesepahaman menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan gerakan ini. 

"Kemandirian dan keberlanjutan perlindungan ini memerlukan sinergi. Kemenag telah menjalin kolaborasi dengan Kemkomdigi melalui Nota Kesepahaman untuk memastikan gerakan beragama yang ramah dan santun, juga terefleksi di ruang digital," ungkapnya. 

Ke depan, Kementerian Agama akan mengintensifkan dua fokus utama, yakni mengoptimalkan jaringan penyuluh agama untuk memberikan edukasi pola asuh digital kepada keluarga serta memperkuat program Madrasah dan Pesantren Ramah Anak. 

"Kami segera siapkan rencana aksinya untuk mengefektifkan perlindungan anak di ruang digital," tandas Menag mengenai kesiapan instansinya dalam mengeksekusi kebijakan tersebut.

Kemenag berharap dampak dari PP Tunas dapat dirasakan secara jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya