Berita

Presiden AS, Donald Trump. (Foto: istimewa)

Politik

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

SELASA, 10 MARET 2026 | 15:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan udara bersama Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei disorot Wasekjen Partai Demokrat, Didik Mukrianto.

Menurut Didik, pengangkatan putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin baru Iran oleh Majelis Ahli merupakan hak berdaulat negara tersebut yang tidak dapat diintervensi pihak luar.

“Penetapan Mojtaba dalam kacamata hukum internasional adalah sah meskipun dalam konteks perang menimbulkan isu,” ujar Didik lewat akun X miliknya, Selasa, 10 Maret 2026.


Ia menjelaskan bahwa sistem Republik Islam Iran memang menempatkan Pemimpin Tertinggi sebagai otoritas tertinggi dalam kebijakan negara, militer, dan agama. Karena itu, proses suksesi tersebut dinilai sebagai bentuk kontinuitas sistem politik Iran di tengah tekanan internasional.

Di sisi lain, Didik menilai sikap Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang menolak kepemimpinan Mojtaba dan menuntut keterlibatan dalam suksesi Iran berpotensi memperburuk eskalasi konflik.

Didik juga menilai serangan yang menewaskan Khamenei dapat diperdebatkan dalam perspektif hukum internasional. Menurutnya, tindakan militer tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB atau alasan pembelaan diri yang jelas berpotensi melanggar prinsip kedaulatan negara.

“Serangan AS-Israel melanggar Ps 2(4) Piagam PBB yang melarang kekerasan terhadap kedaulatan negara kecuali untuk membela diri atau dg otorisasi Dewan Keamanan yang kebetulan absen dalam perang ini,” jelasnya.

Dalam konteks geopolitik global, Didik memperingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi memicu ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, termasuk meningkatnya aktivitas kelompok proksi Iran di Lebanon, Irak, dan Yaman.

Selain itu, konflik berkepanjangan juga dapat berdampak pada stabilitas ekonomi global, terutama melalui lonjakan harga minyak yang berpotensi menembus lebih dari 100 dolar AS per barel.

“Trump bisa mengubah AS menjadi imperium haus kekuasaan & mengancam tatanan dunia adil,” pungkasnya.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya