Berita

Presiden RI Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (Foto: Setkab RI)

Politik

KSP Beberkan 20 Poin BoP, Pastikan Gaza Tak Dikuasai Israel

MINGGU, 08 MARET 2026 | 10:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, menguraikan secara rinci 20 poin rencana perdamaian Gaza yang dirancang oleh Board of Peace (BoP). 

Ulta menekankan pentingnya melihat isi rencana perdamaian itu secara objektif sebelum memberikan penilaian. 

Menurutnya, setiap poin dalam BoP harus dibaca secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai posisi forum tersebut terhadap perjuangan rakyat Palestina.


"Dalam menilai sesuatu, menganalisa dan memberikan judgement, kita harus benar-benar objektif. Hati-hati melihat dari semua sisi dan membaca secara detail apa yang sedang ingin kita analisa," ujar Ulta dalam sebuah pernyataan di Jakarta, seperti dikutip Minggu, 8 Maret 2026.

Ia sekaligus menepis anggapan bahwa BoP tidak membela kepentingan Palestina. Dalam poin nomor 9 disebutkan bahwa Gaza akan berada di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin oleh Komite Palestina, sebagai langkah menuju stabilitas politik di wilayah tersebut.

Sementara pada poin nomor 16 ditegaskan bahwa Gaza tidak akan berada di bawah kekuasaan Israel. Bahkan dalam dokumen tersebut Israel didorong untuk meninggalkan wilayah itu dan tidak melakukan okupasi maupun aneksasi.

"Ini memperlihatkan keberimbangan poin nomor 16. Ditekankan di sini bahwa Israel ditekan untuk tidak mengokupansi atau menganeksasi Gaza. Sudah dijelaskan di sini kalau Israel dan semua kepentingannya harus meninggalkan Gaza," ucap Ulta.

Lebih lanjut, Ulta menjelaskan bahwa poin 19 dan 20 dalam rencana BoP membuka jalan bagi rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri serta membangun negara secara mandiri melalui Palestinian Authority (PA).

"Lucu kalau dibilang enggak ada poin yang menyebutkan atau mengadvokasi kemerdekaan Palestina di BoP. Jadi diberikan jalan untuk menentukan nasib mereka sendiri dan membangun negara mereka sendiri. PA akan menjadi representasi aspirasi masyarakat Gaza," terangnya.

Selain itu, dalam poin nomor 20 juga disebutkan bahwa AS akan mendorong terciptanya dialog antara Israel dan Palestina guna membangun lingkungan politik yang memungkinkan keduanya hidup berdampingan secara damai.

"Intinya poin 20 menyatakan kalau Amerika Serikat ini akan membangun dialog antara Israel dan Palestina agar ada political environment. Ekosistem politik untuk bisa hidup berdampingan secara damai. Itu inti two state solution," kata dia.

Ulta menambahkan bahwa sejumlah poin lain dalam dokumen BoP juga memuat aspek kemanusiaan, termasuk amnesti bagi anggota Hamas yang bersedia hidup damai serta perlindungan bagi warga Gaza agar tidak dipaksa meninggalkan wilayahnya.

"Jadi BoP harus kita pisahkan dari konflik (AS-Israel dengan Iran) yang sekarang karena kita berharap ini (20 poin rencana perdamaian Gaza) bisa menjadi sesuatu yang bisa diimplementasikan. Kemerdekaan Palestina harus bisa dicapai. Itu saudara kita (Palestina) dan kita dari awal benar-benar berkomitmen untuk menghapuskan penjajahan dari dunia ini," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya