Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Politik

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

MINGGU, 08 MARET 2026 | 03:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Perang Amerika Serikat-Israel versus Iran yang tengah terjadi turut menimbulkan berbagai penyebaran berita hoax yang merupakan bagian dari perang informasi di seluruh penjuru dunia.

Hal itu disampaikan pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati dalam pesan elektronik yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 7 Maret 2026.

“Perang ini tanpa kita sadari merupakan perang hibrida dengan elemen asimetrik yang kuat yaitu perang yang menggabungkan teknik perang konvensional dan perang informasi untuk mengalahkan musuhnya. Perang ini menggabungkan konfrontasi militer konvensional langsung, penggunaan proksi, perang siber, dan sabotase,” ujar Nuning akrab disapa.


Ia menyebut dalam perang bibrida juga ada suatu aktivitas yang merupakan perang kognitif dan informasi. Contohnya dunia media/media sosial kita bisa lihat bermunculannya penggiringan opini maupun berita hoax terkait informasi kejadian perang dengan berbagai tujuan.

Mantan Anggota Komisi I DPR ini mengingatkan khalayak harus berhati-hati membaca dari Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) -- sebuah istilah yang marak digunakan untuk menggambarkan ancaman konten negatif di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan. 

“DFK mencakup penyebaran informasi palsu, fitnah, dan ujaran kebencian yang menargetkan individu, kelompok, atau pemerintah,” beber Nuning.

Menurutnya, sangat berbahaya sekali era Post Truth ini di mana narasi mengalahkan data, polarisasi yang kuat, dan maraknya hoax atau berita palsu yang cepat menyebar di media sosial. 

“Hanya ada suatu cara untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan literasi media, melakukan fact-checking (cek fakta), dan berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi,” tegas dia.

“Jika kita melihat berbagai kejadian dalam perang ini Perang asimetrik terjadi ketika kekuatan militer kedua belah pihak tidak seimbang, sehingga pihak yang lebih lemah (Iran) menggunakan cara-cara yang tidak konvensional untuk menghindari kekuatan lawan (AS-Israel),” tambahnya. 

Masih kata Nuning, strategi Iran dalam konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel difokuskan pada perang berlarut(long war/protracted war) untuk menguras daya tahan musuh, sementara AS dan Israel menggunakan pendekatan perang intensitas tinggi/serangan cepat(decapitation strikes/rapid military victory).

“Kita hendaknya jangan terjebak pada informasi yang keliru karena akan berakibat pada kebijakan politik dalam negeri maupun luar negeri,” tandasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya