Berita

Siswa SMPN 2 Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Nusantara

Rocky Gerung Usul MBG Ditunda Jika Harga Energi Naik

JUMAT, 06 MARET 2026 | 10:57 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi terdampak jika harga energi dan bahan pokok melonjak akibat krisis global. Dalam kondisi tersebut, pemerintah bahkan disarankan mempertimbangkan penundaan program agar anggaran negara bisa difokuskan pada stabilitas ekonomi dalam negeri.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai konflik Iran di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur energi dunia dapat menimbulkan tekanan ekonomi bagi Indonesia.

Menurut Rocky, penutupan Selat Hormuz oleh Iran berisiko memicu lonjakan harga minyak dunia yang akhirnya berdampak pada biaya transportasi, harga bahan pokok, hingga pengeluaran rumah tangga.


“Kalau kita bayangkan misalnya ada keresahan dengan MBG, maka ini kesempatan presiden untuk mengevaluasi atau bahkan menghentikan proyek ini demi mengembalikan kepercayaan publik di dalam negeri yang akan tergerus oleh kesulitan ekonomi akibat harga BBM yang meroket,” kata Rocky dalam kanal YouTube-nya, Jumat, 6 Maret 2026. 

Ia menilai program MBG yang memiliki anggaran besar berpotensi menghadapi tekanan apabila harga bahan pangan meningkat. Kondisi itu dapat memengaruhi kualitas makanan yang disediakan apabila harga per porsi tetap dipertahankan.

“Dipastikan akan semakin banyak protes kalau kualitasnya turun akibat kenaikan harga bahan. Pilihannya porsinya dikecilkan atau harga per piring dinaikkan, tetapi itu juga sulit karena anggaran MBG sudah sangat besar,” ujarnya.

Rocky juga menilai pemerintah perlu lebih fokus pada langkah mitigasi dampak ekonomi dari konflik global, termasuk memastikan ketersediaan energi dan stabilitas harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Menurutnya, penundaan atau evaluasi sementara program MBG dapat menjadi opsi kebijakan apabila kondisi ekonomi global semakin menekan.

“Saya kira membatalkan atau menunda MBG dalam jangka panjang lebih masuk akal. Kesulitan BBM dan kenaikan harga bahan mentah akan langsung menurunkan kualitas makan bergizi itu,” kata Rocky.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya