Berita

Acara Silaturahim & Buka Puasa bersama Ditjen Pendis dan Forum Wartawan Kementerian Agama (Forwagama) di Gedung Kemenag, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026 (Foto: Kemenag)

Nusantara

Reformasi Prodi PTKI: Kemenag Bagi Jalur Akademik, Profesi, dan Vokasi

JUMAT, 06 MARET 2026 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) tancap gas melakukan akselerasi mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Amien Suyitno, secara resmi memaparkan peta jalan baru untuk mengakselerasi mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). 

Ia menekankan bahwa transformasi ini merupakan langkah konkret agar lulusan PTKI memiliki daya saing global dan relevansi tinggi dengan dunia industri, tanpa meninggalkan akar spiritualitasnya.


"Kita tidak ingin PTKI jalan di tempat. Lima kebijakan ini adalah peta jalan (roadmap) untuk membawa kampus-kampus kita naik kelas, baik dari sisi penguatan karakter maupun integrasi keilmuan," tegas Amien Suyitno di Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenag menetapkan lima poin utama sebagai fondasi pengembangan kampus.

Pertama, Rebranding Ma’hadisasi. Program Ma'hadisasi ini bukan sekadar penyediaan tempat tinggal. Ma’had al-Jamiah harus dikelola dengan tata kelola pesantren yang murni, lengkap dengan kurikulum kepesantrenan dan pembinaan karakter terstruktur.

?"Ma’had al-Jamiah bukan kos-kosan mahasiswa. Ini adalah pusat pembentukan karakter yang harus dimiliki setiap PTKI agar ruh pesantren tetap terjaga di lingkungan akademis," tegasnya.

Kedua, Terobosan Gelar Ganda (Double Degree).  Untuk memperluas cakrawala keilmuan, PTKI mendorong program Double Degree bagi mahasiswa S1. Melalui kerja sama dengan universitas mitra unggulan di dalam dan luar negeri, mahasiswa akan lulus dengan dua gelar: satu berbasis keislaman dan satu berbasis keilmuan umum.

Ketiga, Jalur Cepat Fast Track (akselerasi S1-S2). Kemenag menawarkan efisiensi waktu bagi mahasiswa berprestasi. Program ini memungkinkan penyelesaian jenjang sarjana hingga magister hanya dalam waktu lima tahun. Menariknya, tugas akhir S1 akan langsung diintegrasikan sebagai basis tesis S2, sehingga mahasiswa tidak perlu menyusun dua karya ilmiah terpisah.

Keempat, Ekspansi Lewat PSDKU. Pemerataan akses pendidikan dibuka melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Namun, Amien Suyitno menetapkan standar tinggi: kampus wajib memiliki gedung mandiri dan program studi yang dibuka harus mengantongi akreditasi Unggul (A).

Kelima, Reformulasi Prodi Berbasis Kebutuhan Zaman. Dilakukan pengelompokan ulang program studi agar tetap relevan dengan pasar kerja dan sains

Pengembangan prodi kini dikelompokkan ke dalam tiga pilar utama, yaitu Pilar Akademik yang fokus pada riset dan teori, Pilar Profesi yang mencetak tenaga ahli tersertifikasi serta Pilar Vokasi yang menyiapkan keterampilan praktis siap kerja.

"Reformulasi ini memastikan bahwa prodi-prodi di PTKI tidak lagi usang, melainkan menjadi jawaban atas kebutuhan pasar kerja dan perkembangan sains," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya