Berita

Ilustrasi. (Foto: AQL)

Nusantara

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

KAMIS, 05 MARET 2026 | 05:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa meninggalnya seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana.

Menurut Nanik, informasi yang beredar dan mengaitkan kematian korban dengan dugaan keracunan MBG tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit," kata Nanik dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.


Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, menunjukkan adanya pendarahan otak pada korban saat dilakukan pemindaian atau CT Scan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. 

Kondisi tersebut kemudian mengharuskan Fatih dirujuk ke RS Tiara Sella yang memiliki fasilitas dan peralatan untuk melakukan operasi bedah saraf.

Awalnya, Fatih mendapatkan penanganan di RS Lagita Ketahun. Namun rumah sakit tersebut tidak melakukan perawatan intensif, melainkan hanya tindakan kegawatdaruratan karena kondisi kesadaran korban sudah menurun dengan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) 6, yang mengindikasikan cedera otak berat dan mengancam jiwa.

Setelah sejumlah rumah sakit di Bengkulu hingga Padang dihubungi namun fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) penuh, korban akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara. Hasil pemindaian otak (CT Scan) di rumah sakit tersebut menunjukkan adanya pendarahan otak.

Karena membutuhkan tindakan lanjutan, Fatih kemudian dirujuk ke RS Tiara Sella untuk menjalani operasi bedah saraf. Dia meninggal dunia sekitar 12 jam setelah operasi dilakukan.

Selain itu, Nanik menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan tidak ditemukan bakteri E. coli maupun indikasi cemaran lain pada sampel makanan MBG yang diperiksa.

"Hasil uji BPOM menunjukkan seluruh sampel negatif, tidak ada bakteri E. coli, boraks, formalin, nitrit, arsen, sianida, ataupun temuan lain yang mengarah pada keracunan pangan," ujarnya.

Dia pun menambahkan, dari sekitar 1.800 penerima manfaat MBG pada hari tersebut, hanya Fatih yang mengalami kondisi gangguan kesehatan. 

"Dari 1.800 penerima manfaat, tidak ada laporan kejadian serupa. Hanya satu kasus ini, dan secara medis ditemukan adanya pendarahan otak," tegas Nanik.

BGN menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Fatih dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya