Berita

Pelaku penculikan satu keluarga diamankan Polres Jombang. (Foto: RMOLJatim/Istimewa)

Presisi

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

KAMIS, 05 MARET 2026 | 04:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tim Resmob Satreskrim Polres Jombang bergerak cepat melakukan pengejaran lintas wilayah untuk mengungkap kasus penculikan satu keluarga di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Operasi perburuan ini membuahkan hasil dengan tertangkapnya dua pelaku di wilayah Bangkalan, Madura.

Penangkapan ini bermula dari laporan adanya penyekapan terhadap pasangan suami istri, AA (29) dan ZR (25), serta anak balita mereka, KAA (5). Satu keluarga tersebut dilaporkan dibawa kabur secara paksa dari kediamannya pada Minggu dini hari, 2 Maret 2026.


Polisi langsung melakukan pelacakan digital dan lapangan setelah menerima laporan dari pihak keluarga. Pasalnya, para pelaku tidak menepati janji untuk memulangkan korban setelah sempat menitipkan kartu identitas kepada Ketua RT setempat.

Titik terang muncul saat korban AA berhasil memanfaatkan celah saat disekap di sebuah rumah kosong di Bangkalan. Meski di bawah ancaman, AA secara diam-diam menghubungi layanan darurat 110 melalui ponsel yang diberikan pelaku untuk menagih uang tebusan.

Berbekal koordinasi cepat dari layanan 110 dan Polsek setempat, Tim Resmob Satreskrim Polres Jombang langsung meluncur ke Pulau Madura. Polisi melakukan penyisiran di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian komplotan tersebut.

Pada Selasa malam, 3 Maret 2026, operasi penyergapan dilakukan secara serentak. Polisi berhasil mengepung dan meringkus dua pria berinisial MZ (40) dan B (29) di rumah masing-masing tanpa adanya perlawanan berarti.

"Dua pelaku berhasil kami amankan di wilayah Bangkalan. Saat ini keduanya sudah dibawa ke Mapolres Jombang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tegas Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu malam, 4 Maret 2026.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti krusial. Di antaranya adalah tiga unit ponsel yang digunakan para pelaku untuk mengoordinasikan aksi penculikan dan melakukan pemerasan terhadap keluarga korban.

AKP Dimas menjelaskan bahwa pengejaran ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan keselamatan para korban yang disekap. Beruntung, satu keluarga tersebut berhasil diselamatkan dari lokasi penyekapan dalam kondisi selamat.

Terkait motif aksi nekat ini, polisi masih melakukan pendalaman intensif. Muncul dugaan kuat bahwa penyanderaan ini dipicu oleh persoalan utang piutang dalam bisnis rokok ilegal yang mencapai nilai Rp25 juta.

Penyidik kini tengah menggali keterangan dari MZ dan B untuk memetakan keberadaan anggota komplotan lainnya. Diketahui, aksi ini melibatkan setidaknya lima orang yang masuk ke rumah korban dengan cara mendobrak pintu secara paksa.

Hingga saat ini, Tim Resmob masih berada di lapangan untuk memburu tiga pelaku lain yang identitasnya sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Salah satu yang diburu adalah seorang wanita berinisial NH yang diduga menjadi otak penyekapan.

NH ditengarai sebagai inisiator yang memimpin rombongan saat menyatroni rumah korban di Ngoro. Polisi mengimbau agar para pelaku yang masih buron segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 450 dan/atau Pasal 451 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional. Ancaman hukuman maksimal yang menanti mereka adalah dua belas tahun penjara akibat tindak pidana penculikan dan penyanderaan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya