Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan dengan para tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam, 3 Februari 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Perkuat Konsolidasi Politik Domestik di Tengah Ketegangan AS–Iran

RABU, 04 MARET 2026 | 10:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan presiden, mantan menteri luar negeri, serta ketua umum partai politik di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai memiliki dimensi politik yang lebih dalam daripada sekadar respons geopolitik.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai langkah tersebut sebagai bentuk manajemen risiko politik jangka menengah, bukan semata respons terhadap dinamika luar negeri.

“Ini bukan hanya soal perang di Timur Tengah. Ini soal bagaimana Presiden Prabowo mengelola potensi dampak politik di dalam negeri. Geopolitik sering kali menjadi pemicu tekanan ekonomi, dan tekanan ekonomi bisa cepat berubah menjadi tekanan politik,” ujar Arifki kepada wartawan, Rabu, 4 Maret 2026.


Menurut Arifki, konflik AS–Iran selalu beririsan dengan isu energi global. Jika harga minyak melonjak dan inflasi meningkat, beban fiskal akan membesar. Dalam konteks tersebut, pemerintah membutuhkan payung legitimasi yang lebih luas agar kebijakan penyesuaian ekonomi tidak dipersepsikan sebagai keputusan sepihak.

“Jika nantinya muncul kebijakan yang tidak populer akibat situasi global, pemerintah dapat menunjukkan bahwa langkah itu lahir dari pembacaan kolektif para negarawan, bukan keputusan satu figur,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic itu juga menilai pertemuan tersebut sebagai strategi membangun “tameng politik” terhadap potensi tekanan opini publik. Dalam beberapa waktu terakhir, muncul perdebatan mengenai posisi Indonesia dalam konstelasi global, termasuk wacana keterlibatan dalam blok perdamaian yang dipelopori Presiden AS, Donald Trump.

“Serangan AS dan Israel terhadap Iran bisa memperuncing persepsi bahwa Indonesia berada dalam orbit tertentu. Dengan mengundang tokoh-tokoh senior, Presiden Prabowo mengirimkan pesan bahwa arah kebijakan luar negeri tetap melalui pertimbangan luas, bukan karena tekanan blok mana pun,” katanya.

Lebih jauh, Arifki melihat pertemuan tersebut sebagai upaya menjaga kesinambungan sejarah kebijakan luar negeri Indonesia. Dalam politik, kesinambungan sering kali lebih penting daripada gebrakan.

“Pesannya, kebijakan luar negeri Indonesia tidak berubah karena pergantian presiden. Ada garis merah kepentingan nasional yang dijaga lintas generasi,” tegasnya.

Menurut Arifki, makna politik utama dari pertemuan tersebut adalah penguatan daya tahan pemerintahan dalam menghadapi ketidakpastian global. Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, stabilitas domestik menjadi aset politik yang sangat strategis.

“Dalam geopolitik, yang diuji bukan hanya keberanian mengambil posisi, tetapi juga kemampuan mengelola konsekuensinya dalam politik dalam negeri. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya mengelola konsekuensi itu sejak awal,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya