Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

RABU, 04 MARET 2026 | 09:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1 Dolar AS pada Rabu, 4 Maret 2026, seiring memanasnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah. 

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah jenis Brent crude naik 1,11 Dolar AS atau 1,4 persen menjadi 82,53 dolar AS per barel, setelah sehari sebelumnya ditutup di level tertinggi sejak Januari 2025. Sementara minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 79 sen atau 1,1 persen menjadi 75,37 Dolar AS per barel, juga mencatat penutupan tertinggi sejak Juni.

Kenaikan harga terjadi setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu dibalas Teheran dengan menargetkan infrastruktur energi di kawasan yang menyumbang hampir sepertiga produksi minyak dunia.


Situasi makin rumit setelah Irak, produsen minyak terbesar kedua di dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari, atau sekitar separuh output nasionalnya. Pemangkasan dilakukan karena keterbatasan penyimpanan dan terganggunya jalur ekspor. Pejabat Irak bahkan memperingatkan produksi bisa dipangkas hingga 3 juta barel per hari dalam beberapa hari ke depan jika ekspor tak kembali normal.

Ketegangan juga memanas di jalur pelayaran vital Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Iran dilaporkan menyerang lima kapal tanker, membuat lalu lintas energi di selat tersebut terhenti selama empat hari.

Presiden AS Donald Trump mencoba meredakan kekhawatiran pasar dengan menyatakan bahwa Angkatan Laut Amerika siap mengawal kapal tanker jika diperlukan. Ia juga memerintahkan lembaga pembiayaan pembangunan AS untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan keuangan bagi perdagangan maritim di Teluk.

Namun, para analis dan pemilik kapal mempertanyakan efektivitas langkah tersebut dalam memulihkan kepercayaan pelaku pasar dan perusahaan pelayaran.
Sejumlah negara mulai mencari alternatif pasokan. India dan Indonesia menyatakan tengah mengamankan sumber energi lain. 

Di sisi lain, beberapa kilang di China memilih menghentikan operasional sementara atau mempercepat jadwal perawatan fasilitas.

Raksasa energi Arab Saudi, Saudi Aramco, disebut tengah berupaya mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui Laut Merah untuk menghindari risiko di Selat Hormuz, meski upaya ini menghadapi tantangan dari perusahaan pelayaran yang masih berhati-hati.

Dari AS, data awal menunjukkan stok minyak mentah naik 5,6 juta barel pekan lalu, jauh di atas proyeksi analis sebesar 2,3 juta barel. Data resmi pemerintah AS dijadwalkan dirilis kemudian hari ini dan akan menjadi petunjuk tambahan arah harga minyak selanjutnya.

Secara keseluruhan, pasar energi global kini berada dalam tekanan tinggi. Gangguan produksi dan distribusi dari Timur Tengah berpotensi memperpanjang reli harga minyak, sekaligus meningkatkan risiko inflasi energi di berbagai negara, termasuk Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak mentah dan BBM.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya