Berita

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para elite politik dan presiden terdahulu. (Foto: Setneg)

Politik

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

RABU, 04 MARET 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para elite politik dan presiden terdahulu dalam momentum Ramadan dinilai tidak sekadar ajang silaturahmi biasa.

Menurut Pengamat politik Nurul Fatta, pertemuan tersebut memang berada dalam konteks silaturahmi, sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. 

“Karena momentum keagamaan sering kali menjadi ruang yang cukup cair untuk membangun komunikasi di antara elite politik. Namun, jika kita tarik lebih jauh, ini bukan sesuatu yang baru dilakukan Presiden,” ujar Nurul Fatta kepada RMOL, Rabu, 4 Maret 2026.


Ia menilai, sejak terpilih sebagai presiden, Prabowo cenderung mengedepankan pendekatan komunikasi langsung dengan mengumpulkan para ketua umum partai dan tokoh politik, termasuk saat menghadapi tekanan demonstrasi pada Agustus lalu.

“Ini tampak menjadi ciri khas gaya kepemimpinannya saat ini. Presiden mungkin tidak ingin membiarkan isu-isu berkembang liar, ia memilih mempertemukan para pemangku kepentingan dalam satu forum komunikasi. Apalagi di bulan Ramadan, serasa teduh melihat tokoh-tokoh politik saling berkumpul,” jelasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Fatta menilai langkah tersebut juga berkaitan dengan tantangan global yang tengah dihadapi Indonesia, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga rivalitas kekuatan besar dunia yang berdampak pada ekonomi global.

“Misal konflik di Timur Tengah, rivalitas kekuatan besar, serta dampaknya terhadap ekonomi dunia tentu menuntut kehati-hatian dalam menentukan posisi. Di sinilah pengalaman para presiden, wakil presiden, maupun menteri luar negeri sebelumnya menjadi relevan. Pengalaman mereka dalam menghadapi krisis global bisa menjadi sumber pertimbangan strategis presiden,” paparnya.

Ia juga menyinggung kritik yang sempat dilontarkan sejumlah tokoh, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, terkait sikap pemerintah dalam menyikapi konflik Timur Tengah.

“Ya barangkali, kritik-kritik yang dilontarkan tokoh publik jika dibiarkan tanpa ruang dialog bisa berkembang menjadi opini publik yang liar. Dengan mengumpulkan para tokoh, presiden seolah ingin memastikan bahwa perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor komunikasi, bukan lagi terpolarisasi,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya