Berita

Duta Besar RI untuk Iran periode 2012-2016, Dian Wirengjurit (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Kompas TV)

Global

Garda Revolusi Iran Tetap Siaga Usai Wafatnya Khamenei

SENIN, 02 MARET 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menimbulkan perhatian internasional di tengah laporan serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Serangan pada Sabtu 28 Februari 2026 yang diklaim menargetkan fasilitas nuklir ini juga dilaporkan mengenai sekolah dan bangunan warga sipil, menewaskan sedikitnya 115 orang dan melukai 95 lainnya. Di Provinsi Hormozgan, puluhan korban tewas akibat serangan pada sekolah-sekolah dan bangunan hangus terbakar.

Duta Besar RI untuk Iran periode 2012-2016, Dian Wirengjurit, menilai wafatnya Khamenei sebagai kehilangan besar bagi Iran, namun ia menegaskan sistem negara tetap stabil.


“Ini kehilangan besar. Saya pribadi beberapa kali bertemu beliau. Namun, Iran memiliki sistem ketatanegaraan yang jelas. Penggantian pemimpin tertinggi dilakukan oleh Dewan Ahli yang terdiri dari ulama senior,” kata Dian dalam bincang-bincang di sebuah stasiun televisi dikutip redaksi di Jakarta, Senin 2 Maret 2026.

Dian menambahkan bahwa wafatnya Khamenei tidak otomatis menggugurkan sistem negara Islam Iran. 

Garda Revolusi dan angkatan bersenjata tetap siaga, sehingga kemungkinan besar yang terjadi justru pengukuhan rezim, bukan pergantian rezim. Faktor emosional dan simbolik bahkan bisa membuat konflik berkepanjangan.

“Perang bahkan bisa berlangsung lebih lama karena faktor emosional dan simbolik,” ujarnya.

Dian juga menyoroti kemungkinan reaksi negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Menurutnya, negara-negara ini kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah karena stabilitas kawasan relatif terjaga.

“Yang terjadi justru eskalasi akibat intervensi eksternal, bukan invasi langsung Iran terhadap tetangganya,” jelas Dian.

Iran sebelumnya hanya memiliki dua pemimpin tertinggi: Ayatullah Khomeini sejak Revolusi 1979 dan Ayatullah Khamenei sejak 1989.

Wafatnya Khamenei menandai babak baru dalam sejarah politik Iran yang sudah lama menjadi pusat perhatian dunia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya