Berita

Ketua Departemen Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional DPP PKB Luluk Nur Hamidah (tengah) saat konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

MINGGU, 01 MARET 2026 | 19:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Departemen Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional DPP PKB Luluk Nur Hamidah merespons positif inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi juru damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Menurut Luluk, sebagai bangsa yang memiliki pengalaman panjang dijajah, Indonesia tidak seharusnya diam melihat agresi militer AS dan Israel terhadap negara berdaulat Iran.

“Kita punya pengalaman panjang ratusan tahun dalam kolonialisme, tahu sekali rasanya menjaga martabat, kehormatan, dan juga kedaulatan kita sebagai negara yang berdaulat,” kata Luluk di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu, 1 Maret 2026.


Luluk meyakini sikap Prabowo selaras dengan suara hati mayoritas rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi keadilan dan kedaulatan bangsa. 

“Soal mekanisme apa yang akan dilakukan pemerintah, biar pemerintah yang akan berpikir dan mengukur apakah mekanisme, cara, strategi yang akan dilakukan itu bisa efektif dan impactful,” ujarnya.

Ia menilai setiap inisiatif perdamaian patut diapresiasi. PKB, kata dia, tidak ingin mengedepankan kecurigaan atas langkah Presiden Prabowo.

“Kita tidak mengedepankan kecurigaan. Justru yang kita tangkap Presiden Prabowo punya niat baik untuk terlibat dalam mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa dan berkonflik,” tegasnya.

Luluk mengingatkan agresi militer telah terjadi dan korban sudah jatuh. Fakta tersebut tidak boleh diabaikan dalam setiap langkah diplomasi yang akan diambil Indonesia.

Ia juga menyebut peristiwa di Iran perlu menjadi bahan evaluasi bagi Indonesia, termasuk terkait keterlibatan dalam forum atau mekanisme internasional seperti Board of Peace (BoP).

“Apakah ini menjadi bahan pertimbangan Indonesia untuk mengevaluasi, mengoreksi keterlibatan kita di dalam BoP? Kita persilakan itu kepada pemerintah termasuk juga DPR,” jelasnya.

Di sisi lain, PKB menegaskan penghormatan dan solidaritas kepada Iran, sekaligus menyampaikan duka mendalam atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

“Perhatian yang sedalam-dalamnya dan duka cita mendalam bahwa pemimpin tertinggi Iran terbunuh karena ada agresi militer yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel dengan dukungan AS,” tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya