Berita

Nyamuk aedes aegypti. (Foto: AI)

Kesehatan

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

MINGGU, 01 MARET 2026 | 18:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sukabumi menembus 54 kejadian sepanjang Januari 2026. Meski cukup tinggi, angka tersebut diklaim mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kasus tersebar di berbagai kelurahan, tetapi alhamdulillah tidak ada kematian," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Denna Yuliavina diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pada 2025, total kasus DBD mencapai 1.017 dengan satu kematian. Rata-rata kasus per bulan saat itu berada di angka 84 kasus.


Dari data Januari 2026, kelompok anak-anak masih menjadi yang paling rentan terjangkit. Karena itu, Dinkes meminta peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam upaya pencegahan.

Upaya yang bisa dilakukan adalah gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.

"Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah langkah paling murah dan efektif. Bersih-bersih seminggu sekali dengan 3M Plus. Fogging itu upaya terakhir," ucapnya.

Dinkes juga menggulirkan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk menekan potensi perkembangbiakan nyamuk di lingkungan rumah hingga perkantoran.

Secara sebaran wilayah, 54 kasus tersebut terjadi di 33 kelurahan. Kelurahan Cisarua mencatat kasus tertinggi dengan tujuh kasus, disusul Karang Tengah dan Baros masing-masing enam kasus.

"Ada 11 Kelurahan yang tanpa kasus. Angka Bebas Jentik pada bulan Januari mencapai 97,4 persen, di atas target nasional sebesar 95 persen," tutupnya.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Din Syamsuddin Nilai Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:14

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Konflik Berkepanjangan

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:02

Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Minyak Global Terancam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:59

UI Tegaskan Demonstran yang Maki Polisi Bukan Mahasiswanya

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:41

AS-Israel Sama Sekali Tak Peka Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:33

KPK Pastikan Anggota Komisi V DPR Terseret Kasus DJKA

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:23

Harga BBM Pertamina 1 Maret 2026: Non-Subsidi Naik Serentak, Pertalite Stabil

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:40

Serangan Trump ke Iran Retakkan Integritas Demokrasi Amerika

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:17

Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:07

Kritik PDIP soal MBG Bisa Dipahami sebagai Peran Penyeimbang

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:04

Selengkapnya