Berita

Anggota Komisi XI DPR RI, Habib Idrus Salim Aljufri. (Foto: Humas PKS)

Politik

Pemerintah Harus Waspadai Lonjakan Harga Energi Buntut Ketegangan Selat Hormuz

MINGGU, 01 MARET 2026 | 16:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz memicu kekhawatiran di pasar energi global dan memengaruhi sentimen investor di berbagai kawasan, mulai dari Asia hingga Eropa. 

Jalur sempit yang menjadi penghubung Teluk Persia dan Laut Arab itu dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, menjadikannya salah satu titik paling strategis dalam rantai pasok energi internasional.

Dalam sejumlah peristiwa sebelumnya, eskalasi di sekitar Selat Hormuz kerap diikuti lonjakan harga minyak mentah dan peningkatan volatilitas pasar keuangan. Ketidakpastian pasokan mendorong munculnya risk premium yang mempercepat kenaikan harga, bahkan sebelum terjadi gangguan distribusi secara langsung.


Bagi Indonesia, dinamika tersebut dinilai bukan sekadar isu geopolitik, melainkan persoalan ketahanan fiskal dan stabilitas ekonomi domestik.

Anggota Komisi XI DPR RI, Habib Idrus Salim Aljufri, menyebut ketegangan di Selat Hormuz sebagai alarm bagi ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Indonesia memang tidak terlibat dalam konflik, tetapi dampak ekonominya bisa menjalar cepat. Ketika harga energi dunia bergejolak, struktur APBN dan stabilitas ekonomi kita ikut terpengaruh,” ujar Habib Idrus, Minggu, 1 Maret 2026.

Menurut dia, lonjakan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan tekanan terhadap subsidi energi, memicu inflasi melalui kenaikan biaya transportasi dan distribusi, serta memberi tekanan pada nilai tukar rupiah.

Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak dan produk energi tertentu. Karena itu, setiap kenaikan harga global akan berdampak pada struktur biaya domestik dan pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.

“Ketika biaya energi meningkat, efeknya berantai. Harga barang dan jasa bisa ikut naik. Pemerintah harus mengantisipasi dampak ini secara komprehensif,” katanya.

Sebagai anggota Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan, Idrus menekankan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah gejolak global. Ia juga mendorong pemerintah memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman serta memperkuat ketahanan sektor energi.

Menurut dia, ketegangan di Selat Hormuz seharusnya menjadi momentum evaluasi terhadap desain ketahanan energi nasional dan upaya pengurangan ketergantungan pada impor.

“Geopolitik global memang di luar kendali kita. Namun kesiapan kebijakan nasional adalah tanggung jawab kita. APBN harus cukup tangguh menghadapi guncangan eksternal,” ujarnya.

Komisi XI DPR RI, lanjut Idrus, akan mencermati perkembangan situasi tersebut dan meminta pemerintah memaparkan langkah-langkah konkret yang disiapkan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Alarm ini harus direspons dengan kesiapan dan langkah terukur agar stabilitas ekonomi dan perlindungan masyarakat tetap terjaga,” tutup politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya