Berita

Ilustrasi Logo PDIP. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Sikap Kritis PDIP Bisa Jadi Bumerang Jika Pemerintahan Prabowo Sukses

MINGGU, 01 MARET 2026 | 07:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memilih menjadi mitra strategis penyeimbang pemerintahan dinilai sebagai langkah politik terukur. Namun di balik strategi tersebut, tersimpan risiko besar yang bisa berbalik merugikan partai berlambang banteng moncong putih itu.

Pengamat politik Nurul Fatta menilai, sikap yang ditunjukkan PDIP sejauh ini konsisten dengan pernyataan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri, bahwa PDIP akan menjadi sparing partner atau mitra strategis penyeimbang pemerintah.


"Artinya, PDIP tidak memilih jalur oposisi destruktif, tetapi oposisi korektif," kata Fatta kepada RMOL, Minggu, 1 Maret 2026.

"Artinya, PDIP tidak memilih jalur oposisi destruktif, tetapi oposisi korektif," kata Fatta kepada RMOL, Minggu, 1 Maret 2026.

PDIP ingin menguji dan mengkritik kebijakan tanpa menjatuhkan stabilitas pemerintahan Prabowo Subianto. Dukungan tetap diberikan pada kebijakan yang dianggap tepat, sementara kritik diarahkan pada program yang dinilai bermasalah, baik dari sisi desain maupun implementasi.

Nurul Fatta melihat setidaknya ada tiga kalkulasi politik yang sedang dimainkan PDIP. Pertama, PDIP tidak ingin kehilangan identitas sebagai partai wong cilik. 

“Jika semua elite partai bergerombol memuji pemerintah, PDIP justru mengambil jarak agar diferensiasinya terlihat oleh publik,” jelasnya.

Kedua, PDIP membutuhkan positioning sebagai alternatif kekuasaan. Terlalu akomodatif terhadap kekuasaan dinilai berisiko mengaburkan identitas politik partai. 

“Kalau terlalu akomodatif terhadap kepentingan kekuasaan hari ini, justru mereka kehilangan pembeda, bahkan bisa jadi akan kehilangan konstituen jika sikapnya abu-abu,” tegasnya.

Ketiga, jika konsisten dan bukan sekadar gertak sambal, strategi ini berpotensi memberi insentif elektoral pada 2029. Namun, konsekuensinya tidak ringan. 

“PDIP harus ‘berpuasa kekuasaan’ dalam 2–3 tahun ke depan. Dan itu taruhan besar,” jelasnya.

Menurutnya, jika pemerintah menghadapi problem implementasi program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan publik mulai merasakan ketidakpuasan, PDIP bisa menjadi titik tumpu harapan baru.

Namun situasinya bisa berbeda apabila pemerintahan Prabowo justru mencatatkan keberhasilan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Kalau pemerintah justru sukses secara ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, hal ini bisa menjadi bumerang bagi PDIP, karena menentang program pemerintah,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya