Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Truth Social)

Dunia

Trump Tebar Ancaman Bom, Warga Iran Diminta Jatuhkan Rezim

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 17:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan dimulainya “operasi tempur besar-besaran” terhadap Iran, menyusul serangan gabungan AS dan Israel yang menghantam sejumlah titik di Teheran, Sabtu 28 Februari 2026.

Dalam pesan video berdurasi delapan menit yang diunggah di Truth Social, Trump menegaskan tujuan operasi itu adalah menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran terhadap rakyat Amerika.

“Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran,” ujar Trump, dikutip dari NBC News.


Operasi ini dilancarkan dari udara dan laut, dengan keterlibatan sejumlah besar jet tempur AS. Trump mengancam akan menjatuhkan bom di beberapa titik di Iran. 

Ia pun mengajak warga Teheran untuk segera menumbangkan rezim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

“Bom akan berjatuhan di mana-mana. Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda," tuturnya.

Sebelumnya, Trump mengklaim telah berulang kali mencoba mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait pembatasan program nuklir. 

“Kami berulang kali berupaya untuk mencapai kesepakatan. Kami telah mencoba,” tulisnya.

Sementara itu, wilayah udara Iran langsung ditutup. Kantor berita semi-resmi Tasnim memperlihatkan ledakan dan asap tebal telah membumbung di sejumlah titik di Teheran.

Trump mengakui akan adanya risiko korban jiwa dalam operasi tersebut. Ia memperingatkan kemungkinan gugurnya militer AS dalam serangan itu.

“Para pahlawan Amerika yang berani. Itu sering terjadi dalam perang,” katanya.

Dari pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya bersama AS telah “melancarkan operasi untuk menghilangkan ancaman eksistensial. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Trump atas “kepemimpinan bersejarahnya.

Iran sendiri sejak awal bersumpah akan membalas setiap serangan, termasuk dengan menargetkan Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan.

Ketegangan ini muncul setelah upaya diplomasi terkait program nuklir Iran kembali buntu. Iran sebelumnya menandatangani kesepakatan nuklir 2015 yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Perjanjian itu dirancang untuk membatasi program nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan sanksi.

Namun pada 2018, Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan tersebut. Sejak itu, hubungan kedua negara terus memburuk.

Washington belakangan menuding Iran berupaya membangun kembali program nuklirnya dan dapat memiliki cukup bahan fisil untuk bom atom dalam waktu singkat. Teheran membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan program nuklirnya murni untuk tujuan damai.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya