Berita

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Singgih Januratmoko. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Merger Raksasa Pakan Ternak, Momentum Kebangkitan Peternak Lokal

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 15:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dunia industri perunggasan Indonesia tengah menghadapi titik kritis. Merger dua raksasa Industri pakan global, yaitu De Heus Animal Nutrition asal Belanda dan CJ Feed & Care asal Korea Selatan, yang bernilai 2.109 miliar Won atau sekitar Rp24 triliun, bukan sekadar transaksi korporasi biasa. 

Disampaikan Singgih Januratmoko, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), akuisisi ini mencakup 17 pabrik pakan di lima negara, termasuk Indonesia, dan akan rampung pada pertengahan 2026.

Menurut Singgih, peristiwa ini harus disikapi secara cermat, waspada, namun tetap optimis agar tidak berdampak negatif ke depan.


“Pemerintah, pelaku usaha, dan peternak harus bergerak bersama. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di pasar sendiri,” ujar Singgih dalam keterangan tertulis, Sabtu 28 Februari 2026.

De Heus membawa pengalaman lebih dari seabad dan teknologi mutakhir dalam nutrisi hewan, bioteknologi, serta sistem manajemen peternakan berbasis digital. Sementara CJ telah memiliki jejak kuat di Indonesia dengan jaringan distribusi yang matang.

Menurut Singgih, jika peternak lokal tidak mampu mengejar efisiensi, mereka akan kalah bersaing. De Heus tidak hanya menjual pakan, tapi juga pendampingan teknis, genetik unggul, hingga pembiayaan. 

"Ini adalah model ekosistem yang sulit ditandingi UMKM peternakan," katanya.

Singgih menyoroti masih lemahnya tata kelola industri perunggasan nasional. Sepanjang 2025, produksi DOC (Day Old Chicken) mencapai 3,5 miliar ekor, sementara kebutuhan hanya 3,2 miliar. Kelebihan pasokan ini menyebabkan fluktuasi harga yang merugikan peternak kecil.

“Pemerintah harus segera menyelesaikan masalah data dasar. Kebijakan seperti culling DOC dan penetapan HPP harus ditegakkan secara konsisten. Jika tidak, merger ini justru bisa memperparah ketimpangan,” tambahnya.

Meski demikian, Singgih juga mengakui ada peluang besar dari kehadiran pemain global, terutama dalam mendukung program strategis nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pemerintah telah menaikkan kuota impor Grand Parent Stock (GPS) dari 578 ribu menjadi 800 ribu ekor pada 2026. Namun ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak memicu oversupply dua hingga tiga tahun mendatang.

“Jangan sampai impor GPS justru membuka celah impor karkas atau daging utuh. Itu ancaman terbesar yang harus dicegah bersama. Peternak lokal harus jadi pemasok utama program MBG, bukan justru tersingkir,” kata Singgih.

Menurut Singgih, agar merger industri pakan ternak global tersebut tidak menjadi ancaman bagi peternak lokal, maka perlu ada dukungan dan keberpihakan pemerintah. 

Menurut Singgih merger dua industri pakan global ini harus dimaknai sebagai alarm sekaligus momentum kebangkitan. 

"Industri pakan nasional memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pemain asing yaitu pemahaman mendalam tentang karakteristik peternak lokal, jaringan distribusi yang telah terbangun puluhan tahun, dan loyalitas pelanggan yang kuat. Ini adalah modal sosial yang tak ternilai," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya