Berita

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi. (Foto: Dokumentasi Penulis)

Publika

Mencari Talenta Baru Industri Pelabuhan

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 02:21 WIB

REGENERASI di tubuh badan usaha pelabuhan pelat merah Pelindo telah dilakukan dengan memposisikan generasi (relatif) muda di puncak piramida manajemen korporasi. Yang termuda tentu saja Drajat Sulistyo, wakil direktur utama. Dimaksud muda di sini adalah di bawah 60 tahun. 

Tentu saja ini kriteria yang amat longgar. Di samping dia, direktur utama, Achmad Muchtasyar, boleh dibilang muda pula. Begitu pula dengan Farid Padang, Prasetyadi, Prasetyo, Boy Robyanto dan lainnya.
 
Tetapi sesungguhnya masih ada lapis yang jauh lebih muda yang bisa mengisi posisi yang ditempati oleh mereka yang lebih senior di muka. Atau paling tidak di bawah level itu. Hanya saja, mereka tidak “sesakti” para direktur itu dan karenanya cuma bisa berkarir di seputaran tier 2 atau tier 3. Penulis yakin mereka barangkali tidak terlalu memikirkan posisi. 


Kalaupun iya, mereka lebih mempercayakan promosinya kepada sistem karir yang ada di Pelindo. Tidak perlu kasak-kusuk ke parpol, ordal atau menjadi influencer.
 
Dari sisi pendidikan, mulai dari jenjang sarjana hingga pascasarjana, mereka termasuk mumpuni. Berasal dari kampus-kampus ternama di dalam negeri dan melanjutkan pendidikan ke program magister, bahkan doktoral, ke sekolah-sekolah di luar negeri. 

Menariknya, mereka menimba ilmu sesuai dengan pekerjaan yang saat ini digeluti di perusahaan. Singkat cerita, mereka layak dipertimbangkan untuk menempati posisi yang lebih tinggi dari pada yang saat ini mereka jalani.
 
Harapannya, bila mereka bisa didorong menaiki tangga karir, nasib bisnis kepelabuhanan nasional bisa berkembang lebih hebat dibanding sekarang yang, kata banyak pengamat, cenderung datar-datar saja kendati sudah dilakukan penggabungan atau merger. 

Malahan, ada yang bilang, laba Pelindo pascamerger jauh lebih rendah dibanding ketika operator pelabuhan milik negara berdiri sendiri dalam entitas Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV. Mengapa mereka harus didorong?
 
Sekadar catatan. Pola rekrutmen pejabat BUMN itu sangat tidak jelas. Secara formal, Kementerian BUMN (sekarang BP BUMN) punya talent pool. Tetapi nampaknya tidak jadi bahan pertimbangan utama. Entah pooling-nya yang salah atau memang ada variabel lain yang lebih kuat. Jadilah pejabat yang tidak jelas track record-nya menjadi pimpinan Pelindo. Yang penting dekat dengan menteri, dalam hal ini menteri perhubungan. 

Beredar rumor seputar penggantian direksi Pelindo, konon pengurus yang baru dipilih itu merupakan hasil “sentuhan” Menhub. Hampir semuanya. Ibarat cek kosong, Danantara hanya memberi lembar cek saja sementara Menhub mengisi nominalnya. Lembaga tersebut selanjutnya memberikan surat keputusan atau SK.
 
Itulah mengapa karangan ini disusun agar mereka yang tidak “lincah” mendekati K/L atau partai politik dan sebagainya namun ada, paling tidak, di dalam talent pool bisa berkembang karirnya. Mudah-mudahan karangan ini disimak oleh pengambil keputusan di K/L dan di Pelindo itu sendiri. 

Lantas, siapa sajakah mereka itu? Tulisan ini hanya mendata segelintir di antaranya. Pertama, berdasarkan klaster “berpengalaman” di Pelabuhan Tanjung Priok. Orang-orangnya adalah Ade Hamdani, Adi Sugiri, Budi Utoyo dan Wasistianto.
 
Kedua, klaster anak perusahaan (anper). Mereka terdiri dari Ade Hartono, Sugeng Mulyadi, Donny Yuniarto, Safuan dan Tedy Herdian. Ketiga, klaster perempuan: Retno Sulistyawati dan Dessy Emastari. Dan, terakhir, klaster keempat, terdiri Fajar Setyono dan Boby Hardian. Semoga tulisan ini disimak oleh Drajat Sulistyo yang merupakan figur utama dalam jajaran direksi baru Pelindo.

Siswanto Rusdi
Direktur The National Maritime Institute (Namarin)


Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya