Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOLJateng)

Politik

Front Pemuda Madura:

Skema Anggaran MBG Perlu Transparansi dan Diaudit Total

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 00:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan setelah sebagian anggarannya disebutkan bersumber dari pos pendidikan dalam APBN. Hal ini dianggap bertentangan dengan amanah Pasal 31 UUD 1945 yang memprioritaskan anggaran pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Koordinator Front Pemuda Madura, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan negara yang tidak boleh dianggap sekadar angka dalam laporan keuangan.

"Ketika ruang kelas masih kekurangan fasilitas, kesejahteraan guru belum merata, dan kualitas pembelajaran masih timpang, pemotongan atau pengalihan anggaran pendidikan untuk program lain mencerminkan kekeliruan prioritas," ujar Syaiful dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 27 Februari 2026.


Ia menambahkan bahwa konstitusi tidak boleh hanya menjadi simbol, sementara arah kebijakan menjauh dari substansi. Selain persoalan anggaran, di sejumlah daerah juga muncul laporan siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

"Ini menjadi peringatan serius bahwa pelaksanaan program belum sepenuhnya siap dan berisiko jika pengawasan lemah. Program yang seharusnya meningkatkan kualitas generasi muda tidak boleh justru membahayakan keselamatan mereka," tegasnya.

Menurut dia, dugaan pemotongan porsi, kualitas makanan yang tidak konsisten, hingga persoalan distribusi mempertegas bahwa MBG membutuhkan evaluasi total.

"Sudah saatnya program MBG dihentikan atau setidaknya ditinjau ulang secara menyeluruh dan transparan. Jika benar anggaran pendidikan terpotong untuk membiayai program ini, maka kebijakan tersebut berpotensi merugikan kepentingan jangka panjang bangsa," jelas Syaiful.

Front Pemuda Madura juga mengajukan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Pusat agar segera menghentikan program MBG yang diduga menggerus anggaran pendidikan dan mencederai amanah konstitusi.

"Kembalikan seluruh anggaran pendidikan ke fungsi utamanya untuk memperbaiki kualitas sekolah, kesejahteraan guru, dan fasilitas belajar," tutur Syaiful.

"Melakukan audit total skema anggaran serta pengadaan MBG agar tidak menjadi ruang keuntungan bagi kelompok tertentu; serta menolak segala bentuk kebijakan yang berpotensi memperkaya oligarki dan memastikan uang rakyat digunakan untuk kesejahteraan anak bangsa," pungkasnya. 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebelumnya membantah keras bahwa program MBG telah memangkas anggaran pendidikan.

"Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah," ujar Teddy di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.  


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya