Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin di Forum Teknologi Masa Depan, Moskow (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DRM)

Global

Putin Bongkar Strategi Rusia Hadapi Perang Teknologi

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan bahwa bioteknologi yang didukung Kecerdasan Buatan (AI) merupakan kunci untuk memperkuat kedaulatan industri Rusia. 

Berbicara di Forum Teknologi Masa Depan yang digelar di Moskow, Rabu, 26 Februari 2026, Putin menegaskan bahwa penguasaan AI sangat penting untuk mempercepat riset bioteknologi yang dapat menjawab berbagai tantangan modern, terutama di bidang kesehatan dan industri strategis.

“Penelitian bioteknologi yang didukung AI sangat penting secara strategis untuk memastikan kedaulatan industri kita,” ujarnya, dikutip dari RT, Jumat 27 Februari 2026.


Putin menambahkan bahwa teknologi masa depan tidak boleh menjadi “hak istimewa bagi mereka yang terpilih”, melainkan harus dapat diakses secara adil.

Dalam forum tersebut, Sergey Zhdanov, Direktur Pusat Industri Kesehatan Sberbank, memaparkan contoh konkret penggunaan AI dalam pengembangan obat untuk fibrosis paru idiopatik. Ia menjelaskan bahwa seluruh proses, mulai dari identifikasi target hingga perancangan molekul, dilakukan dengan bantuan AI.

“Targetnya diidentifikasi oleh AI, molekulnya dihasilkan oleh AI, dan dibutuhkan waktu dua setengah tahun serta biaya 2,6 juta dolar AS untuk mencapai fase kedua uji klinis,” ujar Zhdanov. 

Ia menambahkan, secara konvensional proses serupa biasanya memakan waktu tiga hingga lima tahun dan biaya bisa mencapai ratusan juta dolar.

Meski demikian, para pembicara menegaskan bahwa AI tidak menggantikan peran ilmuwan. Teknologi ini justru membantu mempercepat proses riset dan membuka peluang implementasi di tingkat yang lebih maju.

Artur Kadurin, Direktur Pusat Pengembangan Obat Berbantuan AI di Institut Kecerdasan Buatan AIRI, menyatakan pendekatan berbasis AI sangat efektif dalam mempercepat proses coba-coba yang lazim dalam penemuan obat baru. Namun, ia mengakui hingga kini belum ada model AI yang secara khusus dirancang sepenuhnya untuk kebutuhan penelitian bioteknologi.

Kadurin juga menilai Rusia memiliki salah satu komunitas dan tradisi riset AI terkuat di dunia. Hal itu terlihat dari banyaknya ilmuwan Rusia yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi AI, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya