Berita

Anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat, Herman Khaeron. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Wacana Impor 105 Ribu Pikap India Tidak Pernah Dibahas di DPR

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 19:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VI DPR menyatakan sepakat atas penundaan rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih. Pengadaan dengan nilai fantastis itu disebut tak pernah dibahas secara rinci di parlemen.

Anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa rencana pembelian kendaraan tersebut tidak pernah masuk dalam pembahasan resmi bersama DPR.

Ia menjelaskan, sebelumnya mitra kerja Komisi VI, Agrinas Pangan Nusantara, memang sempat memaparkan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar per desa. Rinciannya Rp1,6 miliar untuk pembangunan gedung, Rp500 juta untuk modal kerja, dan sisanya untuk sarana prasarana termasuk transportasi.


"(Agrinas) tidak pernah menyebutkan transportasinya jenis apa dan kualifikasinya apa," kata Herman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia mengaku baru mengetahui rencana impor tersebut dari pemberitaan media. Disebutkan, impor dilakukan dalam tiga jenis kendaraan masing-masing 35 ribu unit, sehingga total mencapai 105 ribu unit dengan nilai anggaran sekitar Rp24,66 triliun.

"Nah, tahu-tahu kemarin tahu dari media ya, ada impor dari India yang masing-masing jenis kendaraan 35 ribu kendaraan sehingga berjumlah 105 ribu kendaraan dengan menyerap anggaran Rp24,66 triliun," sambungnya.

Herman mengatakan pengadaan 105 ribu unit kendaraan dengan anggaran Rp24,6 triliun itu tak pernah dibahas di DPR. Seharusnya, kata dia, hal itu dapat dibahas terlebih dulu.

"Ini anggaran besar sekali, semestinya dibahas dulu di DPR dan untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, semestinya juga ini terbuka kepada publik ya," ujarnya.

Herman menilai urgensi Perpres percepatan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih adalah untuk menjembatani kebutuhan dasar masyarakat. Namun demikian, pengadaan kendaraan dalam jumlah masif tetap harus dikaji secara matang.

Sekjen DPP Partai Demokrat ini pun menyatakan sejalan dengan sikap Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, agar impor tersebut dihentikan sementara hingga ada keputusan resmi pemerintah.

"Kalau kemudian bahwasanya ada pengadaan yang dilakukan oleh Agrinas Pangan Nusantara, pengadaan kendaraan sebanyak 105.000, saya sepakat dengan Pak Dasco untuk menghentikan dulu sampai betul-betul nanti ada keputusan dari pemerintah yang memastikan bahwa ini dapat dijalankan," ujarnya.

"Karena melihat terhadap keinginan Presiden Prabowo Subianto yang selalu ingin bahwa kemampuan lokal ini harus dikedepankan," demikian Herman.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya