Berita

Anggota DPR RI F-PDIP Komaruddin Watubun (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Legislator PDIP: Reformasi Polri Harus Ubah Budaya Bobrok di Tubuh Kepolisian

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 11:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Maraknya kasus pelanggaran hukum yang melibatkan oknum anggota kepolisian belakangan ini dinilai menjadi alasan kuat perlunya reformasi Polri secara menyeluruh.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Komaruddin Watubun, menilai Tim Reformasi Polri harus menyasar aspek paling fundamental, yakni perubahan budaya di internal kepolisian yang menurutnya sudah bobrok.

Menurut Komaruddin, persoalan utama tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada karakter dan kultur yang telah terbentuk sejak lama.


“Kalau tidak diubah budayanya, karakter dasarnya tidak berubah, ya percuma,” ujar Komaruddin kepada wartawan, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menyinggung latar belakang historis Polri yang sebelumnya pernah bergabung dengan TNI sehingga membentuk karakter yang cenderung militeristik. Namun, ia mempertanyakan relevansi alasan tersebut jika hingga kini perilaku aparat, termasuk generasi muda, masih menunjukkan pola yang sama.

“Kalau mau bilang karena dulu doktrinnya bergabung dengan TNI jadi karakternya cenderung militer, sekarang ini sudah berapa puluh tahun? Anak-anak muda kemarin kelakuannya masih tetap sama saja,” tegas Ketua DPP PDIP tersebut.

Atas dasar itu, Komaruddin juga mengusulkan evaluasi terhadap penggunaan senjata api oleh aparat. Ia menilai kepemilikan senjata kerap memunculkan rasa superior dan keberanian berlebihan yang berujung pada penyalahgunaan kewenangan.

“Mungkin karena senjata itu yang membuat dia merasa berani, merasa rakyat adalah musuh, merasa superior,” ujarnya.

Selain itu, Komaruddin menyoroti besarnya kewenangan yang dimiliki aparat, termasuk dalam pengurusan administrasi seperti STNK. Menurutnya, kewenangan tersebut kerap menimbulkan kesan kekuasaan absolut di lapangan.

“Nah, ini yang harus ditertibkan semua kalau mau berpikir tentang Indonesia ke depan. Katanya 2045 Indonesia Emas, jangan sampai tinggal kandas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah oknum anggota kepolisian menjadi sorotan publik karena terlibat berbagai kasus hukum, mulai dari penganiayaan hingga kasus narkotika.

Di NTB, misalnya, mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi dan mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro terjerat kasus narkoba.

Selain itu, di Toraja Utara, Kasat Narkoba Polres Toraja Utara AKP Arifan Efendi juga ditangkap karena dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba.

Kasus lainnya terjadi di Tual, Maluku, di mana seorang remaja berinisial AT (14) meninggal dunia setelah diduga dipukul menggunakan helm oleh seorang anggota Brimob.

Terbaru, Bripda DP dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis dan diduga menjadi korban tindak kekerasan di asrama Samapta Polda Sulsel.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya