Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Kembali Melesat Efek Tarif AS dan Inflasi

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melonjak pada perdagangan Rabu 25 Februari 2026 seiring meningkatnya permintaan aset safe-haven. Kombinasi kebijakan tarif Amerika Serikat dan ketegangan dengan Iran menjadi motor utama penguatan logam mulia ini.

Emas Spot menguat 1,1 persen ke level 5.202,28 Dolar AS per ons. Sementara emas berjangka pengiriman April menguat 1 persen ke posisi 5.226,20 Dolar AS per ons.

Perak juga melesat 3,9 persen ke 90,73 Dolar AS per ons, didorong optimisme pasar akan kembali ke level 100 Dolar AS tahun ini.


AS mulai memberlakukan tarif impor 10 persen dan mempertimbangkan kenaikan hingga 15 persen. Bart Melek (TD Securities) menyebut kebijakan ini, ditambah tingginya harga minyak, memicu investor melakukan lindung nilai (hedging) melalui emas.

Sikap keras Presiden Trump terhadap program nuklir Iran meningkatkan kekhawatiran konflik militer, yang secara historis selalu menguntungkan aset aman seperti emas.

Sepanjang 2026, emas telah melejit 20 persen dengan rekor tertinggi sejauh ini berada di 5.594,82 Dolar AS. 

Meski Bank of America (BofA) melihat adanya potensi pelemahan jangka pendek karena perlambatan kepemilikan investor, mereka tetap optimis. BofA memproyeksikan emas berpotensi menembus level psikologis 6.000 Dolar AS  per ons dalam 12 bulan ke depan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya