Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Indeks STOXX 600 Naik 0,23 Persen, Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Dinamika Tarif AS

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa berhasil mendarat di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa 24 Februari 2026 waktu setempat. Penguatan ini didorong oleh optimisme investor terhadap sektor teknologi dan komoditas, meski sempat akibat ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). 

Indeks acuan STOXX 600 mencatatkan kenaikan sebesar 0,23 persen atau 1,44 poin ke level 629,14, mendekati rekor tertingginya. 

Sementara, bursa regional menunjukkan hasil yang bervariasi.
Indeks CAC Prancis menguat 0,26 persen atau 22,04 poin menjadi 8.519,21, sementara DAX Jerman turun tipis 0,02 persen atau 5,72 poin ke posisi 24.986,25. FTSE 100 Inggris berkurang 0,04 persen atau 4,15 poin menjadi 10.680,59.

Indeks CAC Prancis menguat 0,26 persen atau 22,04 poin menjadi 8.519,21, sementara DAX Jerman turun tipis 0,02 persen atau 5,72 poin ke posisi 24.986,25. FTSE 100 Inggris berkurang 0,04 persen atau 4,15 poin menjadi 10.680,59.
Kenaikan harga tembaga ke level tertinggi dalam sepekan mendorong sektor pertambangan melesat 1,5 persen. 

Sektor teknologi pun menguat 0,7 persen terimbas sentimen positif dari kerja sama AMD dan Meta di AS.

Saham ASML dan Infineon masing-masing naik lebih dari 1 persen. 

Sektor otomotif melonjak 1,9 persen, meskipun dibayangi isu tarif dagang, Saham Forvia menguat 2,8 persen berkat proyeksi margin operasional yang optimis untuk 2026. 

Saham perusahaan Prancis Edenred tumbuh 3,9 persen setelah laporan laba 2025 melampaui ekspektasi.

Sektor perbankan merosot 1,3 persen karena kekhawatiran disrupsi model bisnis oleh AI. Penurunan terdalam dialami oleh Unite Group yang anjlok lebih dari 14 persen. 

Pasar tetap waspada terhadap dinamika perdagangan transatlantik. Setelah kebijakan tarif lama dibatalkan pengadilan, pemberlakuan tarif baru oleh Presiden Trump memicu ketidakpastian hukum. 

Kondisi ini membuat Parlemen Eropa menunda pemungutan suara terkait perjanjian dagang dengan AS untuk kedua kalinya, sementara Citrini Research memperingatkan adanya risiko sistemik terhadap ekonomi global.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya