Berita

Wahana Artemis II milik NASA di Pusat Ruang Angkasa Kennedy NASA. (Foto: Mauricio Paiz/NurPhoto via Getty Images)

Global

Artemis II Batal Meluncur 6 Maret, NASA Temukan Gangguan Helium

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 12:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ambisi NASA untuk kembali mengirim manusia mengitari Bulan harus kembali tertunda. 

Lembaga antariksa Amerika Serikat itu memastikan jadwal peluncuran 6 Maret 2026 untuk misi Artemis II kini harus ditunda, setelah ditemukan persoalan teknis krusial dalam pemeriksaan akhir menjelang lepas landas.

Sehari sebelumnya, NASA sempat menyatakan misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun terakhir itu berpeluang mendapat lampu hijau dalam hitungan pekan. 


Namun pada Sabtu, 20 Februari 2026, Administrator NASA Jared Isaacman mengumumkan adanya kemunduran yang membuat tim teknis harus melakukan perawatan lanjutan sebelum roket dinyatakan siap terbang.

"Kami akan memulai persiapan untuk penundaan, dan ini akan mengesampingkan jendela peluncuran bulan Maret," kata Isaacman melalui X, seperti dikutip dari BBC.

Isaacman mengakui besarnya harapan publik terhadap proyek prestisius tersebut. Terutama setelah hampir 50 jam pemeriksaan pada Kamis tidak menemukan adanya kesalahan berarti. 

Badan tersebut bahkan hampir yakin bahwa uji coba “wet rehearsal” berjalan mulus dan membuka peluang peluncuran secepatnya pada 6 Maret.

Masalah muncul ketika para insinyur mendeteksi gangguan pada aliran helium yang dibutuhkan untuk operasi peluncuran. 

Helium berperan penting untuk menekan tangki bahan bakar dan mendinginkan sistem roket. Gangguan terhadap elemen vital ini dipandang sebagai isu teknis serius karena menyangkut stabilitas dan keselamatan sistem peluncuran.

Uji coba tersebut merupakan percobaan kedua di Kennedy Space Center, setelah sebelumnya tim memperbaiki masalah filter dan segel yang menyebabkan kebocoran hidrogen. 

Dalam simulasi terakhir, roket telah diisi sekitar 730.000 galon propelan selama beberapa jam. 

Isaacman menegaskan bahwa penundaan bukan hal asing dalam sejarah eksplorasi antariksa. Ia menyinggung misi Gemini 8 pada 1966 yang dipimpin Neil Armstrong, yang berakhir prematur akibat gangguan teknis, sebelum Armstrong mencetak sejarah pendaratan di Bulan tiga tahun kemudian.

Empat astronaut, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, dijadwalkan menjalani perjalanan 10 hari mengitari sisi jauh Bulan dan kembali ke Bumi. 

Jika sukses, misi ini akan membuka jalan bagi Artemis III yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972, dengan target ambisius pada 2028.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya