Berita

Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), I Dewa Gede Palguna. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Dipanggil DPR, MKMK Pastikan Sidang Etik Adies Kadir Tidak Bisa Diintervensi

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 20:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) memastikan bebas dari intervensi pihak manapun dalam menjaga kehormatan dan menegakkan kode etik perilaku hakim konstitusi.

Independensi ditegaskan Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR membahas pelaporan terhadap Hakim MK Adies Kadir. Ia menegaskan, pemanggilan DPR ini tidak akan memengaruhi MKMK dalam memutus perkara tersebut.

“Enggak dong. Kalau (pertanyaan DPR) memasuki substansi (perkara) enggak bisa saya sampaikan. Kalau saya dipaksa menyampaikan, lebih baik berhentikan saya,” tegas Palguna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.


Palguna sendiri mengaku agenda RDP bersama DPR mendadak. Saat mendapat agenda tersebut, ia sedang berada di Bali.

“Saya merasa agak mendadak sih, karena saya sudah mengagendakan jadi keynote speaker untuk webinar (di Bali). Jadwal saya memang ke sini (Jakarta), tapi 18 (Februari) malam,” ujarnya.

Palguna bahkan mengaku sempat kesulitan mencari tiket penerbangan dari Bali ke Jakarta karena bertepatan dengan masa libur panjang.

“Saya sempat berpikir mau mencari penerbangan yang ndak masuk akal. Jadi transit dulu ke Lombok, dari Lombok baru ke sini lagi. Tapi untungnya tadi dapet yang terakhir,” pungkasnya.

MKMK saat ini telah menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim terkait pencalonan Adies Kadir sebagai hakim konstitusi dari unsur DPR.

Laporan tersebut dilayangkan 21 guru besar dan praktisi hukum yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) pada awal Februari 2026.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya