Berita

Modeling Budidaya Lobster di Batam. (Foto: Humas KKP)

Bisnis

Modeling Budidaya Lobster di Batam Penuhi Kebutuhan Imlek

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 04:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Hasil modeling budidaya lobster yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkontribusi mensuplai kebutuhan lobster untuk perayaan tahun baru Imlek 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. 

Selain lobster, bawal bintang hasil budidaya juga diminati pasar di Batam dalam momen Imlek 2026.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan produksi budi daya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam konsisten dijalankan. Proses budidaya dimulai dari tahapan pendederan benih bening lobster (BBL), lalu pembesaran hingga memasuki ukuran konsumsi yakni di atas 50 gram per ekor.


“Alhamdulillah saya mendengar langsung dari pembeli hasil budi daya di sini, bahwa hasil modeling terbukti produktif dan berperan dalam menyuplai kebutuhan lobster di Kota Batam, khususnya di Imlek,” ungkap Tebe akrab disapa dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.

Batam dipilih sebagai lokasi modeling karena daya dukung lingkungan yang optimal, serta integrasi penyediaan pakan melalui budidaya kekerangan yang turut memberdayakan masyarakat pesisir. 

Lobster sendiri termasuk komoditas perikanan unggulan ekspor yang trennya meningkat setiap tahun. Pada 2023 nilai ekspor lobster mencapai 23,93 juta Dolar AS dari produksi 1.144 ton. Kemudian di tahun 2024 meningkat menjadi 67,83 juta Dolar AS dari produksi 2.120 ton.

Pihaknya juga terus melakukan evaluasi di lapangan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan, termasuk rencana perubahan Permen No. 7 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Lobster, Kepiting, dan Rajungan. Harapannya, budidaya dalam negeri semakin masif, tertata, dan berkelanjutan.

Selain lobster, sambung Tebe, pihaknya juga meningkatkan produksi budidaya ikan laut, di antaranya bawal bintang dan kakap putih di BPBL Batam. Dua komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan peminatnya juga tinggi di pasar ekspor maupun domestik.

“Penguatan budidaya bawal bintang dan kakap putih sejalan dengan strategi ekonomi biru yang digagas Pak Menteri Sakti Wahyu Trenggono, yakni menjaga ekologi, meningkatkan nilai tambah ekonomi, dan mendorong inovasi teknologi. Budidaya laut harus menjadi salah satu penggerak produksi perikanan nasional,” jelas Tebe.

Kepala BPBL Batam, Ipong Adi Guna, menjelaskan modeling budi daya lobster dikelola di lahan seluas 3 hektare dengan 144 lubang keramba jaring apung (KJA), satu unit nursery, dan satu unit cold room. Teknologi pendederan mampu menghasilkan benih ukuran 5 gram dan pembesaran lobster dengan target produktivitas 40–50 kilogram per lubang KJA ukuran 3x3 meter.

Sementara itu, Zaenal, pengepul hasil perikanan di Kota Batam menyerap 200 kilogram lobster dan 200 kilogram bawal bintang dari BPBL Batam baru-baru ini. Minat masyarakat tinggi terhadap dua komoditas tersebut untuk disajikan sebagai menu makanan pada perayaan Imlek 2026. 

Lobster dan bawal bintang yang dihasilkan BPBL Batam dinilainya memiliki tekstur daging lebih tebal dan masuk kategori kualitas premium. 

Sebagai informasi, BPBL Batam berperan sebagai Unit Pelaksana Teknis pembenihan ikan laut yang memastikan ketersediaan induk dan benih unggul ikan laut yang berkualitas, efisien, serta tahan penyakit. Produksi benih ikan laut BPBL Batam 2025 mencapai 279.000 ekor, melampaui target 250.211 ekor. Hasil produksi didistribusikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Batam, Lingga, Karimun, Bintan, dan Kepulauan Meranti.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya