Berita

Ilustrasi Makanan Khas Imlek (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

5 Makanan Khas Imlek yang Dipercaya Bawa Hoki dan Keberuntungan

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 18:09 WIB | OLEH: TIFANI

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana meriah, momen berkumpul bersama keluarga, serta berbagai tradisi yang sarat makna. Selain dekorasi serba merah dan pembagian angpao, salah satu hal yang paling dinantikan saat Imlek adalah aneka hidangan khas yang tersaji di meja makan.

Menariknya, makanan saat Imlek bukan sekadar pelengkap perayaan. Berbagai sajian tersebut dipercaya memiliki simbol tertentu yang berkaitan dengan keberuntungan, kelimpahan rezeki, kesehatan, hingga keharmonisan keluarga sepanjang tahun. Dalam budaya Tionghoa, setiap jenis makanan memiliki arti tersendiri, sehingga beberapa menu bahkan dianggap wajib hadir saat makan malam Imlek maupun saat menjamu tamu yang datang bersilaturahmi.

Lantas, apa saja makanan khas Imlek yang dipercaya membawa hoki atau keberuntungan? Berikut daftarnya.


1. Pangsit (Jiaozi)

Pangsit atau jiaozi merupakan salah satu hidangan yang sangat populer saat perayaan Imlek. Bentuknya menyerupai ingot emas tradisional yang melambangkan kemakmuran dan kekayaan. 

Isian pangsit biasanya berupa daging dan daun bawang, meski dapat bervariasi sesuai selera dan daerah. Menyantap pangsit saat Imlek dipercaya dapat membawa keberuntungan finansial di tahun yang baru.

2. Mi Panjang Umur

Mi panjang umur menjadi simbol umur panjang dan kesehatan. Mi ini biasanya disajikan dalam bentuk utuh tanpa dipotong, karena diyakini semakin panjang mi yang dimakan, semakin panjang pula harapan umur dan keberuntungan seseorang.

Mi panjang umur umumnya disajikan dengan tambahan jamur shiitake, daun bawang, maupun irisan daging, sehingga rasanya lebih gurih dan nikmat.

3. Ikan Utuh

Ikan utuh yang disajikan saat Imlek melambangkan kelimpahan dan keberuntungan. Dalam bahasa Mandarin, kata ikan terdengar mirip dengan kata “surplus” atau “kelebihan”, sehingga menyantap ikan dipercaya dapat mendatangkan rezeki melimpah.

Ikan biasanya dikukus bersama jahe dan daun bawang agar rasanya segar dan lezat. Sajian ini juga harus disajikan dalam kondisi utuh, lengkap dengan kepala dan ekor, karena ikan yang terpotong dianggap menghilangkan makna keberuntungan. 

Bahkan, sebagian ikan sering sengaja tidak dihabiskan sebagai simbol bahwa rezeki akan terus bertambah.

4. Jeruk Mandarin

Jeruk mandarin menjadi simbol keberhasilan dan keberuntungan. Bentuknya yang bulat melambangkan kesinambungan serta kehidupan yang terus berjalan dengan baik. 

Warna jingga keemasan pada jeruk juga dianggap menyerupai emas, sehingga sering dijadikan hiasan meja atau buah wajib saat perayaan Imlek. Tak hanya itu, daun yang masih menempel pada jeruk juga dipercaya melambangkan kemakmuran yang terus tumbuh dan berkembang.

5. Makanan Manis

Berbagai makanan manis juga identik dengan perayaan Imlek karena dipercaya membawa kehidupan yang “manis” dan penuh kebahagiaan. Salah satu yang populer adalah eight treasure rice pudding, yakni puding nasi yang berisi delapan jenis buah kering, biji-bijian, atau kacang.

Angka delapan sendiri dianggap sebagai angka keberuntungan dalam budaya Tionghoa. Selain itu, nampan permen berbentuk lingkaran dengan delapan kompartemen juga kerap dihidangkan karena melambangkan kebersamaan dan kelanggengan. 

Setiap jenis permen dipercaya memiliki makna tersendiri, misalnya akar teratai yang melambangkan ikatan keluarga, serta biji labu merah yang dipercaya membawa kekayaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya