Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Terpeleset: Libur Panjang dan Dolar AS Jadi Penghambat

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 08:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dinamika pasar emas dunia di  COMEX di New York tampak kurang bertenaga. Harga si kuning harus rela terkoreksi di bawah level psikologis pada perdagangan Senin 16 Februari 2026 waktu setempat.

Pelemahan ini terjadi bukan tanpa alasan; sepinya aktivitas pasar akibat libur Presidents Day di Amerika Serikat serta perayaan Tahun Baru Imlek di Asia membuat likuiditas pasar menipis.

Kondisi ini diperparah oleh perkasa-nya Dolar AS. Saat mata uang Paman Sam menguat, harga emas yang dipatok dalam dolar otomatis menjadi lebih mahal bagi para investor global, sehingga minat beli pun menyusut.


Dari sisi kebijakan moneter, nasib emas masih digantung oleh teka-teki suku bunga The Fed. Meski inflasi mulai melandai, data lapangan kerja di AS ternyata masih sangat kuat. Hal ini memicu spekulasi bahwa bank sentral belum akan buru-buru memangkas suku bunga pada pertemuan Maret mendatang. Situasi ini jelas menjadi tantangan bagi emas, karena aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga biasanya kehilangan daya tarik saat suku bunga tetap tinggi.

Di sisi lain, sentimen geopolitik turut memberi warna setelah muncul laporan bahwa Iran sedang mengupayakan kesepakatan nuklir dengan AS. 

Emas spot turun 0,99 persen menjadi 4.992,08 Dolar AS, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April menyusut 0,66 perseb ke posisi 5.013,10 Dolar AS per ons. 

Di pasar logam lainnya, perak pun ikut merosot karena ekonomi yang dianggap masih tangguh membuat fungsi perak sebagai aset aman (safe-haven) sedikit memudar. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya