Berita

WNA asal Iran, Kazemi Kouhi Farzad diamankan polisi di kawasan Sunter, Jakarta Utara pada Sabtu, 14 Februari 2026. (Foto: Humas Polri)

Presisi

Bareskrim Tangkap Operator Clandestine Laboratorium Jaringan Iran

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 00:12 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengungkap kasus Clandestine Laboratorium jaringan Iran-Indonesia di dalam apartemen di kawasan Sunter, Jakarta Utara pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan kasus ini bermula dari pengembangan saat menangkap seorang WNA asal Iran, Kazemi Kouhi Farzad. 

Kepada penyidik, tersangka mengaku diperintahkan DPO Husein yang berada di Iran untuk bertemu seorang laki-laki bernama Saeidi.


“Pertemuan diatur oleh Husein (DPO) di Kourosh Kebab, Jalan Pramuka pada Jumat malam pukul 19.03 WIB,” kata Eko dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.

Mendapat informasi itu, tim gabungan Bea dan Cukai dan Dittipidnarkoba Bareskrim membawa tersangka Kazemi Kouhi Farzad menuju ke lokasi rencana pertemuan. 

Strategi dijalankan di lokasi, tim gabungan langsung melakukan penangkapan terhadap Saeidi.

“Setelah hasil introgasi singkat dan pengecekan handphone WNA Iran, Saedi Bayaz tersebut menemukan alamat tinggal yang bersangkutan,” jelas Eko.

Dari informasi ini, tim kemudian bergerak ke Apartemen Green Lake Tower dan berkoordinasi dengan pihak keamanan dan melakukan penggeledahan langsung dilakukan di lantai 27 unit kamar 27 BD.

“Tim gabungan menemukan alat produksi Clandestine Lab. Selanjutnya tim menghubungi dan berkoordinasi dengan Puslabfor Bareskrim Polri dan melakukan police line pada unit tersebut dan membawa  para pelaku untuk dilakukan proses pengembangan lebih lanjut,” pungkas Eko.

Hasilnya, tim menemukan empat bungkus sabu seberat 1,6 kilogram, satu unit alat electrical powder grinder, satu unit kompor gas portable, satu unit timbangan dan tiga botol berisikan acetone.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya